Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padangpanjang, Suadi Ahadi menyampaikan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 0,70 Lintang Selatan dan 99,38 Bujur Timur, tepatnya 84 kilometer barat daya Agam.
Gempa terjadi pada kedalaman 53 kilometer di bawah permukaan laut. "Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Menurutnya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar Mentawai, sesuai dengan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Getaran dirasakan di Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Padangpanjang dan Pasaman Barat dengan intensitas II–III MMI.
Seorang warga, Aprison, melaporkan bahwa getaran gempa turut dirasakan di wilayah Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman. "Gempanya terasa pada skala III MMI," ujarnya.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa ini.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Hingga pukul 18.40 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," katanya.
Untuk informasi resmi dan terbaru, publik dapat memantau melalui situs BMKG atau aplikasi infoBMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto