Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Tak Terkendali di Padang, Sentuh Rekor Rp4,2 Juta per 2,5 Gram

Randi Zulfahli • Senin, 7 April 2025 | 17:27 WIB

Pemilik Toko Emas Melati Indah, Rico Fernanda sedang melayani pembeli di Pasar Raya Padang, Senin (7/4/2025). (Randi/Padeks)
Pemilik Toko Emas Melati Indah, Rico Fernanda sedang melayani pembeli di Pasar Raya Padang, Senin (7/4/2025). (Randi/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM–Harga emas di pasar tradisional Kota Padang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir, tepatnya setelah perayaan Hari Raya Idulfitri.

Pantauan padek.jawapos.com di Fase III Pasar Raya Padang pada Senin (7/4/2025) menunjukkan, harga emas perhiasan untuk ukuran 2,5 gram (satu emas) mencapai Rp4.200.000. Sementara itu, harga per gram emas berada di level Rp1.650.000.

Pemilik Toko Emas Melati Indah, Rico Fernanda di Pasar Raya Padang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas ini terjadi sejak hari ketiga Lebaran (H+3).

"Sebelumnya, harga emas per 2,5 gram berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp4.100.000. Namun, sekarang melonjak menjadi Rp4.200.000," ujarnya.

Menurut Rico, harga emas saat ini sangat fluktuatif dan cenderung terus meningkat. "Harga emas sekarang tidak stabil. Naik terus," katanya.

Di sisi lain, harga jual emas dari masyarakat ke toko hanya berada di kisaran Rp3.800.000 per 2,5 gram. Rico mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga emas yang begitu drastis ini.

"Saat ini, banyak orang yang menjual emas. Kemungkinan, mereka membutuhkan uang setelah Lebaran," jelas Rico.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah pembeli emas yang mengalami penurunan drastis. "Penjualan emas merosot 50 persen dari hari biasa. Sekarang, hanya satu dua pelanggan yang membeli emas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh karyawan Toko Mas Ganda Mutiara, Ferdi. Ia juga mengamati bahwa jumlah orang yang menjual emas lebih banyak daripada yang membeli.

"Pembeli emas biasanya berasal dari Kota Padang dan daerah sekitarnya seperti Pariaman, Solok, dan daerah lainnya," kata Ferdi.

Ferdi menambahkan, pelanggan dari luar daerah biasanya langsung membeli emas karena mengetahui kualitas emas di Padang cukup baik. "Namun, akhir-akhir ini, pembeli sangat sepi," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli emas, Erdawati (53), warga Bungus Teluk Kabung, mengungkapkan bahwa ia membeli emas sebagai investasi.

"Emas memberikan imbal hasil yang cukup menjanjikan, terutama untuk investasi jangka menengah dan panjang. Selain itu, emas juga mudah dicairkan," jelasnya. (*)

Editor : Hendra Efison
#Emas Sentuh Rekor #Toko Mas Ganda Mutiara #Harga Emas Tak Terkendali di Padang