Laporan — Two Efly, Bukittinggi
Manajemen PT BPRS Jam Gadang berhasil menorehkan sejarah baru bagi BPR/S di Sumbar. selain mencatatkan lompatan kinerja, PT BPRS Jam Gadang juga berhasil mengubah dominasi Pasar BPR/S di Sumbar. Kini, PT BPRS Jam Gadang tercatat sebagai BPR/S dengan pemilik aset dan laba terbesar di Sumatera Barat.
"Alhamdulillah, dukungan maksimal dari pemilik dan kerja keras team work dalam memaksimalkan setiap potensi berbuah manis. Kita masih bisa mencatatkan pertumbuhan usaha double digit. Total aset tercatat sebanyak Rp124,10 Miliar, Pembiyaan yang disalurkan sebanyak Rp93,86 Miliar, Pendanaan terhimpun sebesar Rp69,26 Miliar,” ujar Direktur Utama PT BPRS Jam Gadang Feri Irawan, didampingi Dewi Fitria selaku Direktur kepada Padang Ekspres, Rabu (9/4/2025).
Sementara itu, tambahnya, laba bersih usaha sebelum pajak berhasil dinaikkan dari Rp2,28 Miliar menjadi Rp2,73 Miliar atau tumbuh 18,32 persen secara year on year. Selain indikator usaha yang terus bertumbuh dan melampaui target, ratio Kualitas Aktiva Produktif pun sangat bagus. Mulai dari kualitas pembiayaan hingga ke pengendalian biaya operasional.
Menurut Feri, lompatan kinerja ini tak terlepas dari dukungan maksimal pemilik (Pemko Bukittinggi, nasabah dan team work dalam memaksimalkan potensi. Baik dalam menghimpun pendanaan maupun dalam mendistribusikan dana.
Aset dan Pendanaan
Dikutip dari laporan keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total Aset PT BPRs Jam Gadang sebesar Rp124,10 Miliar. Realisasi aset ini bertumbuh 14,73 Miliar atau atau tumbuh 16,46 persen secara year on year. Selain bertumbuh, realisasi Aset ini juga berhasil melampaui target-target aset yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Bertumbuh double digitnya realisasi aset dikontribusi oleh membaiknya kinerja pembiayaan dan pendanaan. Hingga akhir tahun 2014 total Pendanaan (Dana Pihak Ketiga) yang mampu dihimpun sebanyak Rp69,26 Miliar. Realisasi Pendanaan ini bertumbuh 20,47 persen secara year on year dan juga melampaui target dalam RBB.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama mengkontribusi pertumbuhan. Total dana Tabungan Wadiah yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp46,73 Miliar atau bertumbuh 3,82 persen. Sedangkan Deposito Mudharabah tercapai Rp 22,53 Miliar atau bertumbuh 88,52 persen secara year on year.
Pembiayaan dan Pendapatan
Sama dengan Pendanaan, kinerja Pembiayaan BPRS Jam Gadang juga tumbuh lebih bagus. Total pembiayaan yang mampu disalurkan sebanyak Rp93,86 Miliar atau tumbuh 15,54 miliar dan atau bertumbuh 19,84 persen secara year on year. Selain bertumbuh besar, realisasi Pembiayaan ini juga berhasil melampaui target RBB.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Top Skor Perempat Final Liga Champions, Disusul Messi & Raul
Dari empat bentuk produk pembiayaan, seluruhnya berkontribusi dalam menghasilkan pertumbuhan. Pembiayaan Murabahah tercapai Rp37,69 Miliar atau tumbuh 13,52 persen secara year on year. Sementara itu pembiayaan Multijasa tercapai Rp 49,72 Miliar atau tumbuh 20,00 persen dibandingkan tahun 2023 yang lalu.
Pembiayan bagi hasil juga mencatatkan pertumbuhan menarik. Pembiayaan Mudharabah tercatat Rp1,68 Miliar dan Pembiayaan Musyakarah sebesar Rp4,77 Miliar atau tumbuh 585,34 persen secara year on year.
Bertumbuh maksimalkan kinerja Pembiayaan tentulah berdampak pada pendapatan. Pendapatan dari penyaluran dana (bagi hasil pembiayaan-red) tercatat Rp14,84 Miliar atau bertumbuh 26,08 persen secara year on year.
NPF, BOPO dan Laba
Selain berhasil melambungkan aset, manajemen PT BPRS Jam Gadang juga sukses meningkatkan kualitas aktiva produktifnya. Sejumlah ratio kualitas aktiva produktif terpantau sangat bagus dan menunjukkan berjalannya prinsip prudent dan dalam mendistribusikan pembiayaan dan efisien dalam tata kelola biaya.
Dari aspek pembiayaan terbukti manajemen menerapkan prinsip prudent. Ratio Non Perfomance Finanching (NPF) tercapai 0,25 persen. Artinya, dari Rp93,69 Miliar total Pembiayaan disalurkan maka hampir 100 persen berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dengan penerapan efisiensi biaya. Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercapai 83,19 persen. Capaian ini terbilang bagus karena BPRS Jam Gadang terbilang besar dalam menerima penempatan dana dari bank lain.
"Aset yang bertumbuh, Pembiayaan yang meningkat, kualitas aktiva produktif yang sangat bagus inilah bermuara pada kinerja laba. Laba bersih usaha sebelum pajak tercatat Rp2,73 Miliar. Realisasi laba ini bertumbuh sebesar 18,36 persen secara year on year.
Dari data Padang Ekspres, PT BPRS Jam Gadang merupakan BPR/S di Sumbar dalan 10 tahun terakhir terpantau konsisten bertumbuh double digit. Selain total aset yang terus melambung, besaram laba dan deviden untuk Pemko Bukittinggi juga terus menebal.
Sebagai Perseroda, BPRS Jam Gadang merupakan role model bagi Perseroda lainnya di Sumbar. Tidak itu saja, prestasi demi prestasi yang diraih juga menjadi yurisprudensi bagi BPR/S di Sumbar dalam menjalankan operasional. Sejumlah prestasi dan apresiasi berhasil diraih BPRS jam Gadang. Mulai dari Best of the best Infobank Syariah, TOP BUMD berkinerja sangat bagus dari majalah infobank, top BUMD dari majalah Finance hingga ke Golden Award Infobank Syariah. (*)
Editor : Hendra Efison