Data terbaru dari BPBD Tanahdatar mencatat sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Sebelumnya, hanya tiga rumah dilaporkan terdampak dengan kategori rusak ringan. Namun setelah pendataan lebih lanjut oleh pemerintah nagari dan laporan dari masyarakat, jumlah tersebut bertambah menjadi sebelas rumah yang mengalami kerusakan serupa.
“Berdasarkan laporan resmi, hanya Nagari Andaleh di Kecamatan Batipuh yang alami rusak ringan, totalnya 11 bangunan,” ujar Ermon Reflin, Kalaksa BPBD Tanahdatar, Senin (5/5/2025).
Meskipun laporan telah diterima, hingga saat ini BPBD belum memberikan informasi lebih lanjut terkait bentuk bantuan atau langkah penanganan yang akan dilakukan terhadap para korban terdampak.
Warga Mengungsi Demi Keselamatan
Salah seorang warga terdampak, Buyung (85 tahun), terpaksa meninggalkan rumahnya yang rusak dan memilih mengungsi ke Kota Padang bersama anaknya.
Saat kejadian, Buyung tengah makan siang di rumahnya ketika dua kali guncangan menggoyang bangunan.
“Saya langsung lari ke luar rumah setelah merasakan dua kali guncangan. Dinding rumah mulai retak dan serpihan mulai berjatuhan,” ujar Buyung saat ditemui di lokasi.
Kondisi rumah yang tidak lagi aman memaksa anak bungsu Buyung, Yendri Syofia, membawa sang ayah untuk tinggal bersamanya sementara waktu.
“Kami takut karena ayah tinggal sendiri, dan usianya sudah lanjut. Rumah juga sudah mulai retak parah,” jelas Syofia.
Harapan Warga untuk Bantuan Pemerintah
Warga lainnya, Mursida, yang rumahnya juga mengalami kerusakan akibat gempa, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah.
“Kami sudah didata oleh pemerintah nagari. Kami sangat berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah kami,” harapnya.
Warga Nagari Andaleh kini menanti tindak lanjut dari pemerintah daerah dan BPBD setempat agar penanganan kerusakan rumah dapat segera dilakukan, mengingat beberapa bangunan sudah tidak layak huni. (Stg)
Editor : Hendra Efison