Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sabtu Pagi Gunung Marapi Kembali Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Hitam Bergulung-gulung

Randi Zulfahli • Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:31 WIB

Gunung Marapi kembali erupsi 2 kali pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025. (WAG Marapi Information)
Gunung Marapi kembali erupsi 2 kali pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025. (WAG Marapi Information)
PADEK.JAWAPOS.COM–Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami dua kali erupsi pada Sabtu pagi, (17/5/2025).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 09.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 1000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 3891 meter di atas permukaan laut.

Menurut laporan resmi PVMBG, kolom abu dari erupsi pertama berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini disusun, aktivitas erupsi pertama ini masih berlangsung.

Selang tujuh menit kemudian, erupsi kedua terjadi pada pukul 09.54 WIB. Erupsi kedua ini menghasilkan kolom letusan yang lebih rendah, dengan ketinggian teramati sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 3491 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu dari erupsi kedua ini juga berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah timur laut.

PVMBG mencatat bahwa erupsi kedua ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 7.4 mm dan durasi gempa erupsi selama 75 detik. Data seismik ini memberikan informasi penting bagi para ahli untuk memantau dan menganalisis aktivitas vulkanik Gunung Marapi secara lebih mendalam.

Menyusul rentetan erupsi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang ditujukan kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk para pendaki, pengunjung, dan wisatawan.

Rekomendasi utama adalah agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek.

Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama mengingat potensi curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Dalam hal terjadi hujan abu akibat erupsi, PVMBG menyarankan masyarakat untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pada saluran pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Langkah pencegahan ini dianggap krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak langsung abu vulkanik.

Lebih lanjut, PVMBG menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang sumbernya tidak jelas. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan dan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat.

PVMBG juga meminta Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof Hazairin No 168 Bukittinggi. Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai aktivitas Gunung Marapi, sehingga langkah-langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan secara efektif.(*)

Editor : Hendra Efison
#Gunung Marapi Erupsi #Kolom Abu Hitam Bergulung gulung #Sabtu Pagi