Stasiun Geofisika Padangpanjang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mencatat 13 kejadian gempa bumi pada periode 23 hingga 29 Mei 2025.
Dari total kejadian tersebut, tiga di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. BMKG menjelaskan bahwa rangkaian aktivitas seismik ini dipicu oleh interaksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang bertemu pada tiga zona subduksi utama, serta pengaruh dari sesar-sesar lokal.
“Sebagian besar gempa merupakan hasil dari tumbukan lempeng dan aktivitas sesar lokal yang masih sangat aktif di wilayah Sumatera dan sekitarnya,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang melalui keterangan resmi, Jumat (30/5/2025).
Rincian Tiga Gempa yang Dirasakan:
- Jumat, 23 Mei 2025 – Barat Daya Padang
Pukul 22:20:22 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo (M) 4.2 mengguncang wilayah 67 kilometer Barat Daya Padang. Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer, berpusat pada koordinat 1.28° LS dan 99.86° BT.
Guncangan dirasakan lemah di Pariaman, Padang, dan Padangpanjang dengan intensitas I–II MMI. - Rabu, 28 Mei 2025 – Timur Laut Banyuasin
Gempa kedua terjadi pukul 08:41:25 WIB dengan kekuatan M4.3, berlokasi di 2.35° LS dan 104.94° BT, sekitar 35 kilometer Timur Laut Banyuasin, Sumatera Selatan.
Getaran dirasakan cukup kuat di Banyuasin (III–IV MMI), serta terasa di Palembang dan Musi Banyuasin (II–III MMI). - Rabu, 28 Mei 2025 – Barat Laut Bukittinggi
Pada malam harinya, pukul 20:46:09 WIB, gempa M3.3 terjadi di 0.29° LS dan 100.3° BT, sekitar 7 kilometer Barat Laut Bukittinggi, Sumbar, dengan kedalaman 7 kilometer.
Guncangan terasa di Bukittinggi, Padangpanjang, dan Payakumbuh dengan intensitas II–III MMI.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas gempa.
Informasi resmi dapat diakses melalui kanal BMKG seperti aplikasi Info BMKG, media sosial, dan situs web resmi.
“Pastikan informasi hanya diperoleh dari sumber resmi untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu,” tambah pihak BMKG Padangpanjang.(*)
Editor : Hendra Efison