PADEK.JAWAPOS.COM-Tim dosen dari Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pendampingan penyusunan konsep perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan gedung sekolah SMP IT Almadaniy yang berlokasi di Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Kegiatan tim yang dipimpin Ir. Bazdlina Harvy Nesya, ST., MT dan beranggotakan Sherly Permata, S.Pd., M.Sc, Wahyu Araska, ST., M.Sc, Ria Larici, MT dan Ozzy Pratiwi, MT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur masyarakat. Tujuannya agar masyarakat, khususnya pengurus organisasi dan warga setempat, mampu memahami dan menyusun dokumen perencanaan pembangunan yang transparan, akurat, dan sesuai kebutuhan.
"Pembangunan gedung sekolah menjadi salah satu kebutuhan utama untuk mendukung aktivitas pendidikan. Proses perencanaan, khususnya dalam penyusunan RAB, kerap menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan teknis perhitungan biaya konstruksi," kata Ir. Bazdlina Harvy Nesya, ST., MT, ketua tim kepada Padang Ekspres, Rabu 26 Juni 2025
Oleh karenanya, tim dosen dari Politeknik Negeri Padang berinisiatif memberikan pendampingan kepada sekolah tersebut.
Disebutkan Ir. Bazdlina, pendampingan dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan data, analisis kebutuhan ruang, hingga penyusunan konsep desain dan pengembangan rancangan.
Dalam tahap awal, lanjutnya, tim melakukan survei lokasi serta wawancara dengan pengurus untuk mengidentifikasi kebutuhan dan fungsi ruang yang akan dibangun. Selanjutnya, dilakukan analisis perencanaan ruang serta perumusan konsep desain yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lahan.
Setelah desain awal disepakati, tim dosen menyusun gambar teknis (Detail Engineering Design/ DED) dan merumuskan rencana anggaran biaya. Rencana anggaran biaya ini memuat rincian kebutuhan material, tenaga kerja, serta biaya operasional lainnya, sehingga seluruh biaya pembangunan dapat diperkirakan secara transparan dan terukur.
Pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung menghitung volume pekerjaan, analisis harga satuan, dan rekapitulasi biaya. Dosen pemateri menekankan pentingnya menyesuaikan standar harga satuan dengan kondisi lokal dan waktu penyusunan, agar RAB tidak mengalami pembengkakan biaya.
Tak hanya itu, peserta juga didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kasus nyata yang dihadapi di lapangan.
"Luaran utama dari program ini adalah tersusunnya dokumen perencanaan gedung yang lengkap, meliputi konsep desain, gambar teknis, dan RAB yang siap digunakan sebagai acuan pembangunan," terang Ir. Bazdlina Harvy Nesya
Selain itu, kapasitas masyarakat dalam memahami dan menyusun RAB meningkat signifikan, sehingga mereka dapat mengawal proses pembangunan secara mandiri dan akuntabel di masa mendatang. Sehingga tercipta transparansi dan efisiensi penggunaan dana pembangunan.
Pendampingan penyusunan RAB oleh dosen perguruan tinggi tidak hanya membantu masyarakat menghasilkan dokumen perencanaan yang baik, tetapi juga memberdayakan mereka untuk lebih mandiri dan profesional dalam merencanakan pembangunan.
Diharapkan, model pendampingan ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)
Editor : Tandri Eka Putra