Kepala Rutan Kelas IIB Painan, Hastono, saat membuka sosialisasi itu menyampaikan apresiasinya kepada Polres Pessel atas kepeduliannya dalam memberikan edukasi langsung kepada warga binaan.
Ia menegaskan pembinaan terhadap narapidana harus bersifat menyeluruh, tidak hanya dalam aspek perilaku, tetapi juga pada aspek kesadaran hukum dan sosial.
”Ini adalah kesempatan berharga bagi warga binaan untuk merenungkan masa lalu dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti. Edukasi seperti ini sangat penting agar mereka tidak kembali terjerumus,” ujarnya.
Pada sosialisasi itu, Kasat Resnarkoba Polres Pessel, AKP Hardi Yasmar, menyampaikan materi bertajuk ”Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Dampaknya”.
Dalam paparannya, Hardi Yasmar menjelaskan secara rinci mengenai bahaya narkoba dari segi hukum, kesehatan, psikologis, hingga dampaknya bagi keluarga dan masyarakat.
”Sekali terlibat narkoba, seseorang akan sulit keluar tanpa tekad kuat. Selain berdampak secara fisik dan mental, penyalahgunaan narkoba juga bisa menghancurkan masa depan,” jelasnya di hadapan para narapidana.
Ia juga menekankan pentingnya menyadari masa hukuman bukan akhir dari segalanya. Justru ini bisa menjadi titik balik untuk berubah. Oleh sebab itu, pihak kepolisian berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi motivasi bagi para narapidana untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Selain penyuluhan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam membangun hubungan positif dengan warga binaan. Hal ini sesuai dengan semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, termasuk terhadap warga binaan pemasyarakatan.
AKP Hardi Yasmar menambahkan edukasi dan penyuluhan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan Rutan, tetapi juga di sekolah-sekolah, kampus, dan masyarakat umum sebagai bagian dari strategi preventif Polres Pessel dalam memerangi narkoba.
Kegiatan ditutup dengan pesan moral dari pihak kepolisian agar para narapidana menjadikan pengalaman pahit sebagai pelajaran hidup, dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
”Kami tidak ingin menangkap orang yang sama untuk kasus yang sama. Jadikan hari ini titik awal perubahan,” pesannya. (*)
Editor : Eri Mardinal