Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warung Sate Unik di Jalur Bandara Batang Anai 22 Tahun Jadi Persinggahan Favorit

Hendra Efison • Rabu, 24 September 2025 | 09:17 WIB

Warung sate Eti Martini sudah lebih dari dua dekade menjadi persinggahan warga sekitar, pekerja, hingga tamu dari bandara yang melintas.
Warung sate Eti Martini sudah lebih dari dua dekade menjadi persinggahan warga sekitar, pekerja, hingga tamu dari bandara yang melintas.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tepi jalan dekat jembatan jalur menuju Bandara Internasional Minangkabau, Kecamatan Batang Anai, aroma sate tercium kuat sejak siang hari.

Warung sederhana milik Eti Martini sudah lebih dari dua dekade menjadi persinggahan warga sekitar, pekerja, hingga tamu dari bandara yang melintas.

Meski banyak penjual sate lain bermunculan, warung ini tetap ramai. Keunikan menu yang ditawarkan membuat tempat ini berbeda dari kebanyakan.

Sate Lokan dan Ceker Jadi Daya Tarik

Tidak hanya sate ayam seperti biasanya, warung ini menyediakan menu lain yang jarang ditemui: sate lokan dan sate ceker. Inovasi inilah yang membuat pelanggan penasaran untuk mencicipinya.

“Kalau sate biasanya kan cuma ayam atau kambing, tapi di sini beda. Saya coba sate lokan dan ternyata enak sekali, jarang ada yang jual begini,” kata Andi Pratama, salah seorang pembeli yang datang sore itu, Jumat (19/9/2025).

Bagi sebagian pelanggan, keunikan rasa sekaligus pengalaman kuliner berbeda menjadi alasan untuk kembali mampir.

Dua Dekade Lebih

Eti Martini telah berjualan sate selama 22 tahun. Sepanjang perjalanan usahanya, ia mengaku tidak menemui kendala berarti selain pasang surut pembeli.

“Selama berjualan, permasalahan kayaknya enggak ada. Cuma kadang-kadang jualan ini ada naik surut, kadang macet, ya itu saja. Tapi alhamdulillah tetap jalan sampai sekarang,” ujarnya.

Keramaian pembeli membuat warung sate ini nyaris tidak pernah sepi. Dari warga sekitar yang mampir selepas beraktivitas, pekerja yang singgah sejenak, hingga tamu dari bandara yang penasaran dengan cita rasa unik.

“Saya sering lewat sini kalau pulang kerja, dan hampir selalu mampir. Rasanya bikin nagih,” tambah Andi.

Baca Juga: Usaha Atap Rambio di Padang Bertahan Meski Peminat Terus Menurun

Keunikan menu dan konsistensi rasa menjadi kunci bertahannya warung ini. Eti berharap usahanya terus maju seiring waktu.

“Saya berharap dagangan saya lebih lancar, lebih maju, pokoknya lebih berkembang lagi dari saat ini,” katanya sambil tersenyum.

Bagi siapa pun yang melintas di jalur bandara, warung sate sederhana di Batang Anai ini menjadi bukti bahwa inovasi rasa dapat membuat sebuah usaha bertahan lama. Dua puluh dua tahun bukan waktu singkat, dan bagi Eti, setiap tusuk sate yang dibakar selalu menghadirkan cerita tersendiri. (rafiul/mg7)

Editor : Hendra Efison
#22 Tahun Jadi Persinggahan Favorit #Warung Sate Unik di Jalur Bandara