Sejumlah wilayah, terutama di zona Kepulauan Mentawai, diperkirakan mengalami gelombang tinggi yang mencapai puncaknya hingga 4 meter.
Menurut rilis resmi BMKG yang diterbitkan Minggu (9/11/2025), kondisi ekstrem diprediksi berlangsung sejak Senin (10/11) pagi hingga Rabu (12/11) dini hari.
Pada periode awal, tinggi gelombang di perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai berpotensi mencapai 4 meter.
Sedangkan gelombang 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Kondisi cuaca didominasi hujan ringan hingga hujan petir, dengan potensi petir lebih tinggi di perairan Padang, Pesisir Selatan, dan Mentawai.
Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 10–18 Knots, disertai potensi angin kencang di atas 15 Knots di beberapa titik perairan Mentawai dan pesisir barat Sumatera Barat.
BMKG mencatat, pada Selasa (11/11) hingga Rabu (12/11) pagi, gelombang setinggi 4 meter masih mengancam perairan Barat Pagai.
Meski kecepatan angin sedikit menurun menjadi 10–16 Knots, peringatan angin kencang tetap berlaku di enam wilayah utama perairan Mentawai.
Kondisi mulai berangsur membaik pada Rabu (12/11) hingga Kamis (13/11/2025). Gelombang diperkirakan turun menjadi kategori rendah hingga sedang, dan potensi hujan petir mulai menghilang.
Namun, gelombang 2,5 meter masih mungkin terjadi di beberapa perairan Mentawai serta Padang–Padangpariaman.
Selain itu, BMKG juga memprediksi pasang tertinggi akan terjadi dua kali pada 10 November 2025, yakni pukul 08.00–12.00 WIB dan 20.00–23.00 WIB.
Surut terendah juga diperkirakan dua kali, masing-masing pada pukul 02.00–05.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB.
Masyarakat, nelayan, dan operator pelayaran diimbau untuk berhati-hati serta terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG Maritim Teluk Bayur.(CC1)
Editor : Hendra Efison