Pelantikan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier putra asal Luak Limopuluah yang dikenal berangkat dari latar pendidikan dan pengabdian panjang di dunia madrasah.
Mustafa lahir di Payakumbuh pada 5 Februari 1974. Ia meniti kariernya dari bawah, dimulai sebagai guru dan garin mushala semasa kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang.
“Empat tahun saya menjadi garin di Mushala Teladan, Ampang Karang Gantiang. Dari sana saya belajar arti pengabdian,” kenang Mustafa.
Lulus tahun 1998, ia diangkat menjadi CPNS pada MAN 3 Payakumbuh pada 1999. Selama 12 tahun mengajar, Mustafa dikenal berdedikasi tinggi terhadap pendidikan Islam sebelum akhirnya menapaki jenjang struktural.
Tahun 2011 ia dilantik sebagai Kepala Seksi Mapenda Kemenag Kota Payakumbuh, kemudian menjabat Kasi Pendidikan Madrasah hingga 2017, dan Kasubbag Tata Usaha hingga 2020.
Pada 2023, Mustafa dipercaya menjadi Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, sebelum kini menduduki jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Sumatera Barat.
Dalam sambutannya usai dilantik, Mustafa menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan soal jabatan, tetapi tanggung jawab untuk melayani umat. Saya mohon dukungan seluruh jajaran dari Kanwil hingga KUA agar kita dapat bekerja bersama dengan keikhlasan,” ujarnya.
Kabag TU Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Kakanwil, menyambut pelantikan tersebut dengan rasa syukur.
“Kita lega dan bangga akhirnya memiliki Kakanwil definitif. Ini awal baru untuk memperkuat kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Edison.
Dikenal sebagai sosok rendah hati dan dekat dengan jajaran, Mustafa membawa semangat pengabdian yang lahir dari perjalanan panjang sebagai pendidik dan pelayan umat.
Bersama istrinya, Nursofia, ia membesarkan tiga anak — M. Fakhri, Fairuza Khairun Nisa, dan M. Rafiq — dalam lingkungan keluarga religius yang menjadi cerminan nilai hidupnya.
Mustafa menamatkan pendidikan di madrasah sejak jenjang dasar hingga perguruan tinggi, mulai dari MI (1987), MTs (1991), MA (1994), S1 IAIN Imam Bonjol Padang (1998), hingga S2 di kampus yang sama (2010).
Kini, di usia 51 tahun, ia mengemban amanah baru untuk memimpin Kanwil Kemenag Sumbar dengan semangat melayani dan berkhidmat bagi umat.(*)
Editor : Hendra Efison