Akibatnya, satu jalur akses masyarakat ditutup sementara, dan dua tiang listrik di sepanjang jalur tersebut terancam.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, keretakan ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Dampak dari hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan terjadinya keretakan dan amblasnya jalan. Perkiraan panjang keretakan atau amblasnya tanah mencapai sekitar 50 meter. Kami telah memastikan satu jalur akses masyarakat tidak bisa dilewati,” jelas Hendri.
Selain mengganggu akses transportasi, pergeseran tanah ini juga mengancam keberadaan dua titik tiang listrik di sepanjang jalur terdampak.
Hingga saat ini, kerugian materiil akibat bencana tersebut belum dapat diperkirakan.
Menanggapi kondisi kritis itu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang segera bergerak ke lokasi bersama jajaran Polsek Padang Selatan, Camat Padang Selatan, Lurah Teluk Bayur, Bhabinkantibmas, Babinsa, dan masyarakat setempat.
Langkah awal yang dilakukan meliputi, pemasangan police line untuk membatasi akses masyarakat. Monitoring pergerakan tanah secara berkala, dan imbauan khusus untuk truk bermuatan berat agar tidak melintas untuk mencegah kerusakan bertambah parah.
“Police line sudah dipasang oleh Jajaran Polsek Padang Selatan. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut,” tambah Hendri.
BPBD Kota Padang bersama instansi terkait terus memantau situasi di lokasi, menilai risiko pergerakan tanah susulan, dan merencanakan mitigasi jangka pendek maupun jangka panjang.
"Kerja sama ini bertujuan memastikan keselamatan warga dan memulihkan jalur vital yang terdampak," imbuhnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto