Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Akses Penumpang ke Bandara Minangkabau Terganggu

Heri Sugiarto • Kamis, 27 November 2025 | 18:17 WIB

Tim gabungan membersihkan pohon tumbang untuk membuka akses ke Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (27/11/2025). (Foto: Humas BIM)
Tim gabungan membersihkan pohon tumbang untuk membuka akses ke Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (27/11/2025). (Foto: Humas BIM)
PADEK.JAWAPOS.COM-Hujan lebat yang mengguyur Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) menyebabkan beberapa kawasan masuk zona merah banjir. Dampak kenaikan debit air juga mengganggu akses kendaraan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padangpariaman, terutama dari arah luar kota.

Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany menjelaskan bahwa operasional bandara masih berjalan normal meski kondisi cuaca buruk melanda kawasan Padangpariaman.

“Operasional bandara tidak mengalami kendala berarti. Namun, cuaca buruk yang menyebabkan dua penerbangan dialihkan ke Pekanbaru,” ujar Feni.

Banjir berasal dari luapan Sungai Batang Anai yang mencapai paha orang dewasa. Air merendam sejumlah titik jalan utama yang mengarah ke bandara.

“Air meluap dari Batang Anai dan mencapai badan jalan. Situasi ini membuat kendaraan sulit melintas dengan aman,” tambah Feni.

Selain banjir, gangguan lalu lintas muncul akibat sebuah pohon tumbang dekat jembatan flyover menuju bandara. Tim gabungan InJourney Airports dan Unit PKP-PK langsung memotong batang pohon untuk membuka kembali jalur bagi pengendara.

“Tim sudah bergerak cepat untuk membersihkan pohon tumbang. Kami berupaya menjaga kelancaran jalur menuju bandara,” kata Feni.

Meski jalur di sekitar bandara sudah dibersihkan, tantangan terbesar tetap pada akses penumpang dari luar kota. Beberapa ruas jalan di beberapa daerah tertutup akibat longsor dan banjir, sehingga mobilitas warga terhambat.

Petugas masih melakukan pemantauan dan rekayasa jalur untuk menjaga arus transportasi tetap lancar. “Saat ini masalah utama ada pada akses penumpang dari luar kota karena banyak jalan ditutup akibat longsor,” jelasnya.

Feni menegaskan pihak bandara akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan situasi. Masyarakat diimbau memantau pengumuman resmi terkait arus transportasi menuju BIM.

“Kondisi air yang terus naik membuat jalur bandara belum dapat dilalui secara normal. Kami akan memberikan informasi lanjutan seiring perkembangan kondisi,” tutupnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Feni Lindriany #Jalan BIM Banjir #transportasi BIM #Akses Bandara #Bandara Internasional Minangkabau