Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir dan Longsor Landa 10 Kecamatan di Pasaman Barat, Ribuan Warga Terdampak

Randi Zulfahli • Kamis, 27 November 2025 | 19:04 WIB

Banjir dan longsor terjang 10 kecamatan Pasaman Barat, ribuan rumah terendam dan akses jalan terputus akibat hujan lebat. Iring-iringan pejabat Pemkab Pasbar menuju lokasi terdampak, Kamis (27/11).
Banjir dan longsor terjang 10 kecamatan Pasaman Barat, ribuan rumah terendam dan akses jalan terputus akibat hujan lebat. Iring-iringan pejabat Pemkab Pasbar menuju lokasi terdampak, Kamis (27/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Bencana banjir dan longsor melanda sedikitnya 10 kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, menyusul intensitas hujan lebat,  Kamis (27/11/2025), pukul 10.05 WIB.

Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pasaman Barat, ribuan rumah terendam dan sejumlah akses jalan vital terputus.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal menyampaikan bahwa ribuan rumah warga terendam air dan beberapa titik akses jalan terputus akibat material longsor.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) menunjukkan kondisi cuaca saat peristiwa terjadi adalah hujan ringan hingga hujan lebat dengan suhu 25°C dan kelembapan 83%.

"Kecamatan Ranah Batahan dan Pasaman menjadi wilayah dengan dampak terparah," kata Afrizal.

Di Ranah Batahan, tercatat 1.120 rumah terendam di Jorong Aek Napal, Nagari Batahan Barat, berdampak pada 72 KK atau 310 jiwa.

Selain itu, akses jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara dilaporkan tidak bisa dilalui total.

Bencana di Ranah Batahan juga memicu upaya pencarian seorang anak laki-laki berusia 17 tahun bernama Rocky Hidayat yang tertimbun longsor di Jorong Muara Mais, Nagari Bantahan Tengah pada 26 November 2025, menggunakan alat berat.

Sebanyak 60 KK mengungsi di Nagari Batahan Tengah setelah satu rumah di Jorong Silayang hanyut terbawa arus. Total lahan persawahan yang terendam di wilayah ini mencapai 60 hektare.

Sementara itu, di Kecamatan Pasaman, banjir merendam 150 rumah di Labuah Luruih, Nagari Aia Gadang Barat, dengan total 499 jiwa terdampak, termasuk 60 lansia dan 6 ibu hamil.

"Secara keseluruhan, BPBD Pasaman Barat mencatat hampir 2.000 rumah terdampak di seluruh 10 kecamatan yang dilanda bencana," ujarnya.

Sejumlah longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Talamau, meskipun beberapa titik seperti Kelok Kaco sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Akses Penumpang ke Bandara Minangkabau Terganggu

Namun, jalan lintas Provinsi dari Simpang Empat menuju Panti di Nagari Kajai, tepatnya di Rimbo Kejahatan, terputus total. Kondisi tanah di sepanjang jalan di Talamau juga dilaporkan labil dan rawan longsor.

Tidak hanya permukiman, sektor pertanian dan perkebunan juga mengalami kerugian besar. Kerusakan lahan mencapai 30 hektare di Talamau dengan estimasi kerugian 90 juta.

Di Ranah Batahan, total kerugian lahan pertanian/perkebunan mencapai 135 juta. Kerugian total di sektor ini di seluruh wilayah terdampak mencapai ratusan juta rupiah.

Beberapa kecamatan lain yang turut dilanda banjir dan longsor yakni Sungai Aur: Banjir di jalan lintas Simpang Empat-Air Haji. Sungai Beremas: Jalan dan tiga unit sekolah terganggu di Jorong Silawai Timur.

Kinali: Banjir merendam 127 rumah dan menyebabkan satu rumah hanyut di Jorong Limpato. Sebanyak 65 KK mengungsi. Sasak Ranah Pasisia: Sebanyak 177 rumah terendam di Jorong Pondok Perumahan Nelayan, dengan kebutuhan mendesak berupa perahu karet dan logistik.

Koto Balingka: Tanah longsor dan badan jalan ambles di Jorong Aek Nabirong, memutus akses Trans. Gunung Tuleh: Longsor menimpa beberapa rumah di Muara Sitabu dengan kerugian 45 juta dan, Lembah Melintang: Lahan pertanian/perkebunan seluas 16 hektare rusak dengan kerugian 48 juta.

BPBD Pasaman Barat telah menyampaikan himbauan agar warga tetap waspada, terutama mengingat kondisi tanah yang labil dan potensi bencana susulan. Logistik mendesak yang dibutuhkan oleh para korban dan pengungsi antara lain sembako, selimut, pakaian, obat-obatan, family kit, tenda darurat, dan air bersih.

Fasilitas umum seperti sekolah dan jalan raya di 10 kecamatan juga mengalami kerusakan parah akibat bencana ini, mengganggu aktivitas pendidikan dan transportasi. Tim gabungan saat ini masih melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#banjir Pasaman Barat #BPBD Pasaman Barat #longsor Pasaman Barat #hujan lebat Sumbar