Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cuaca Ekstrem Sejak 21 November, 15 Orang Jadi Korban di Sumbar, Kerugian Capai Rp6,53 Miliar

Hendra Efison • Kamis, 27 November 2025 | 20:57 WIB

Cuaca ekstrem di Sumbar sebabkan 15 korban dan kerugian Rp6,53 miliar. Pemprov siaga 24 jam pantau kondisi dan titik rawan bencana. Peta sebaran kabupaten/kota terdampak di Sumbar.
Cuaca ekstrem di Sumbar sebabkan 15 korban dan kerugian Rp6,53 miliar. Pemprov siaga 24 jam pantau kondisi dan titik rawan bencana. Peta sebaran kabupaten/kota terdampak di Sumbar.
PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengumumkan perkembangan terbaru dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025.

Hingga Kamis (27/11/2025) pukul 12.00 WIB, total korban tercatat sebanyak 15 orang dengan nilai kerugian sementara mencapai Rp6.533.800.000.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan data tersebut berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

“Berdasarkan update data sementara per hari Kamis (27/11) pukul 12.00 WIB, total kerugian sebesar Rp6,5 miliar lebih dan total korban sebanyak 15 orang,” kata Arry Yuswandi di Padang, Kamis (27/11/2025).

Dari jumlah tersebut, Arry merinci sebanyak 9 orang meninggal dunia, 2 orang masih dinyatakan hilang, dan 4 orang mengalami luka-luka.

Dampak kerugian materi terbesar tercatat di Kabupaten Padang Pariaman dengan nilai mencapai Rp4.891.000.000 atau hampir 75 persen dari total kerugian.

“Data tersebut bersumber dari laporan kejadian bencana yang dikirimkan Pusdalops 13 kabupaten/kota ke Pusdalops provinsi. Data sewaktu-waktu dapat berubah dan akan diperbarui secara berkala,” jelasnya.

Pemprov Sumbar saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca, tinggi muka air, potensi pergerakan tanah, dan titik-titik rawan bencana. Pemantauan dilakukan melalui Pusdalops yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Setiap organisasi perangkat daerah terkait telah diarahkan untuk bergerak cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tenang, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

“Kita berharap bencana ini segera berlalu. Semoga Allah SWT menjaga seluruh masyarakat Sumatera Barat dari marabahaya,” tutup Arry.(*)

Editor : Hendra Efison
#kerugian bencana #korban bencana #cuaca ekstrem #bencana sumbar