Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kayu Sisa Banjir Bandang Penuhi Pantai Pasir Jambak, Warga Mulai Kumpulkan untuk Dimanfaatkan

Fadli Zikri • Minggu, 30 November 2025 | 08:44 WIB

Kondisi di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, pascabanjir bandang, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
Kondisi di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, pascabanjir bandang, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sejumlah titik di sepanjang pesisir Kota Padang dipenuhi kayu yang terbawa banjir bandang dari Muara Panjalinan pada Kamis (27/11/2025).

Salah satu lokasi dengan tumpukan paling banyak berada di Pantai Pasir Jambak, di mana kayu berbagai ukuran memenuhi bibir pantai sejak sore hari saat air laut tengah pasang.

Pantauan padek.jawapos.com hingga Sabtu (29/11/2025) menunjukkan bahwa sebagian kayu telah berkurang, baik karena terbawa ombak kembali ke laut maupun diambil oleh masyarakat. Namun, sejumlah tumpukan masih terlihat menumpuk di sepanjang garis pantai.

Warga setempat, Alek Sander (31), mengatakan kayu-kayu tersebut awalnya terlihat masih berada di tengah laut sebelum terhempas ke tepi pantai ketika ombak naik.

“Awalnya kayu-kayu itu di tengah laut, lalu sore harinya naik pasang, dihempaskan ombak ke tepi pantai,” ujarnya.

Alek mengaku telah mengumpulkan kayu sejak pukul 07.00 WIB. Kayu-kayu yang terkumpul dimanfaatkan kembali, mulai dari dijadikan kayu bakar hingga dipotong menggunakan mesin untuk kebutuhan lainnya.

“Kayu ini banyak gunanya, untuk kayu bakar juga bisa. Lumayan, dari pagi sudah terkumpul segini,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika nanti kayu yang terkumpul semakin banyak, ia berencana menjualnya setelah dijemur.

Kayu panjang yang mencapai tiga meter juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai tiang pondok nasi atau kebutuhan lainnya.

“Nanti saya mau jual ke pabrik tahu untuk kayu bakar. Kayu yang panjang ini juga bisa dijadikan tiang untuk pondok nasi,” ungkapnya.

Alek menyebutkan tumpukan kayu yang dibiarkan begitu saja dapat mengganggu aktivitas nelayan, terutama saat menurunkan atau menaikkan perahu.

Hal itu dibenarkan oleh seorang nelayan, Darmawi (67). Ia mengatakan tumpukan kayu sisa banjir bandang membuat nelayan kesulitan mengakses bibir pantai.

“Setelah banjir kemarin banyak kayu-kayu di pantai, jadi membuat nelayan kesulitan untuk menurunkan perahu ke laut,” ujarnya.

Darmawi juga mengambil sebagian kayu untuk dijadikan kayu bakar. Untuk kayu berukuran besar, ia menggunakan mesin pemotong karena kayu masih basah dan berat.

“Kayu besar ini terpaksa harus pakai mesin, kalau tidak berat karena masih mengandung air,” jelasnya.

Menurutnya, meski jumlah kayu sudah berkurang dibanding hari sebelumnya, sebagian masih tersangkut di pantai dan sebagian lainnya terbawa ombak kembali ke laut. “Kemarin lebih banyak kayunya dibanding sekarang,” tutupnya. (CR6)

Editor : Hendra Efison
#kayu banjir bandang #nelayan Padang #pantai pasir jambak #pesisir Padang