Arus deras yang membawa material lumpur dan kayu gelondongan menyebabkan sebagian besar bangunan hanyut.
Kafe-kafe yang terdampak berada di area yang dikenal dengan konsep outdoor di tepi sungai, termasuk Springhead Chill & Relax di Jl. Tarbiyah 2, OP’S Cafe Tapitangaia, dan Nana Frozen Tapiaia. Seluruh bangunan yang berada dekat aliran sungai rusak parah.
Warga sekitar, Indra Atmaja (47), mengatakan banjir datang tiba-tiba pada malam hari dan langsung menghantam bangunan yang berada di tepi sungai.
“Air naik sangat cepat. Kami hanya fokus menyelamatkan diri dan keluarga. Bangunan kafe terbuat dari material ringan, sehingga langsung hilang terbawa arus,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Menurut Indra, kawasan tersebut biasanya ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan.
Kini lokasi tersebut dipenuhi lumpur tebal dan sisa-sisa material bangunan. Ia juga menyebutkan bahwa warga sejak lama mempertanyakan keamanan pembangunan kafe yang berada sangat dekat dengan sungai.
Banjir bandang ini turut berdampak pada akses jalan dan sejumlah infrastruktur vital di Kecamatan Koto Tangah.
Kerusakan fasilitas umum di Kota Padang akibat bencana ini dilaporkan mencapai nilai ratusan miliar rupiah.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan kerusakan serta meninjau kembali kebutuhan penataan ruang di kawasan dekat aliran sungai.(CR3)
Editor : Hendra Efison