Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

5.631 Paket Obat Ternak Disalurkan untuk 5.230 Hewan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumbar

Silvina Fadhilah • Minggu, 30 November 2025 | 21:23 WIB

Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, menerima Bantuan obatan-obatan dan vitamin dari Ditjen PKH Pertanian RI, Minggu (30/11/2025).
Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, menerima Bantuan obatan-obatan dan vitamin dari Ditjen PKH Pertanian RI, Minggu (30/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat menerima 5.631 paket obat-obatan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI.

Bantuan ini diperuntukkan bagi ribuan ternak yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota.

Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 5.230 ekor ternak terdampak bencana hidrometeorologi.

Data tersebut mencakup ternak sapi, kerbau, kambing, domba, hingga unggas. Bantuan obat diberikan untuk menekan angka kematian, mencegah penyebaran penyakit, dan mempercepat pemulihan ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli, menyebut laporan kerugian masuk dari delapan kabupaten/kota, meliputi 37 kecamatan dan 103 nagari/desa/kelurahan.

Sapi tercatat paling terdampak dengan 159 ekor mati, 10 sakit atau terluka, dan 17 terlantar akibat kandang terendam banjir. Pada unggas, terdapat 2.150 ekor mati dan 200 ekor hilang.

Ternak kerbau tercatat dua ekor mati dari 32 ekor terdampak. Sementara kambing dan domba mengalami 13 ekor mati dari total 187 ekor terdampak. Kondisi ini memengaruhi aktivitas puluhan peternak di berbagai wilayah.

Bantuan obat tahap pertama berasal dari Kantor Pusat Ditjen PKH dan Balai Veteriner Bukittinggi.

Jenis obat mencakup antibiotik, analgesik, vitamin injeksi, disinfektan, spray luka, bolus cacing, spuit, jarum suntik, serta obat kembung dan antihistamin.

Distribusi obat diprioritaskan untuk wilayah dengan angka kematian ternak tertinggi.

Petugas kesehatan hewan diterjunkan untuk pemeriksaan lapangan, vaksinasi darurat, serta perawatan untuk ternak sakit atau terluka.

Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan pendataan peternak akurat agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga: Serentak di Empat Titik, Incasi Raya Group & Yayasan Sumadi Serahkan Bantuan Kemanusiaan Banjir dan Longsor Sumatera Barat

Sukarli menargetkan pemulihan ternak berlangsung dalam dua pekan ke depan sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah pusat.

Ia mengimbau peternak menjaga kebersihan kandang serta memastikan pakan dan air bersih tersedia.

Bantuan 5.631 paket obat diharapkan dapat mempercepat pemulihan ternak yang terdampak dan membantu peternak kembali beraktivitas.(CR1)

Editor : Hendra Efison
#Obat ternak Sumbar #Ditjen PKH #Dinas Peternakan Sumbar #Ternak terdampak banjir