Empat kecamatan terdampak banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat serta angin kencang yang memicu luapan Batang Mangor, Batang Mangguang, dan Batang Piaman.
Berdasarkan pembaruan hingga Minggu (30/11/2025), BPBD mencatat nilai kerusakan infrastruktur mencapai Rp131.668.000.000. Tidak ada korban jiwa, namun 7.537 jiwa dan 2.216 rumah terdampak.
Plt. Kalaksa BPBD Pariaman, Radius Syahbandar, menyampaikan bahwa rumah rusak tersebar di empat kecamatan: Pariaman Selatan 5 unit, Pariaman Timur 18 unit, Pariaman Tengah 5 unit, dan Pariaman Utara 30 unit.
BPBD juga mencatat 12 titik banjir, 5 titik angin kencang, 6 titik longsor, dan 66 titik pohon tumbang.
Kerusakan infrastruktur meliputi sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Desa Tungkal Selatan, Jalan Lingkar Kampung Apar, ruas Waterfront City Pasir Sunur, Rimbo Sitapuang, dan Jalan Lingkar Desa Kaluat.
Kerusakan juga terjadi pada dinding penahan tebing di Batang Piaman, Batang Jirak, Batang Mangor, serta bendungan di Santok.
Dinding penahan yang rusak tersebar di berbagai desa, antara lain Kampung Apar, Punggung Lading, Rambai, Marunggi, Sikabu, Pauh Kurai Taji, Balai Kurai Taji, Cubadak Air, Tungkal Selatan, Sikapak Barat, hingga Tanjung Sabar. Kerusakan jembatan tercatat di kawasan Waterfront City Kampung Apar.
Fasilitas umum yang terdampak meliputi 1 unit rumah ibadah, serta sarana pendidikan berupa 12 TK, 31 SD, dan 2 SMP. Lahan pertanian juga terendam, dengan total sawah terdampak mencapai lebih dari 960 hektar di seluruh kecamatan.
Radius menambahkan, data sementara ini menjadi dasar pengajuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB pusat.
Pemerintah daerah telah mengerahkan tim tanggap darurat, Damkar, dan warga untuk membersihkan rumah ibadah dan fasilitas publik.
“Sejak kemarin hingga hari ini, tim gabungan melakukan penyemprotan dan pembersihan di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas ibadah di Desa Punggung Lading,” ujarnya.
Baca Juga: 5.631 Paket Obat Ternak Disalurkan untuk 5.230 Hewan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumbar
Sebelumnya, Pemko Pariaman telah meninjau lokasi banjir dan menyalurkan makanan siap saji untuk warga terdampak.
Satuan TRC BPBD juga melakukan evakuasi, pendataan, membuka pos kesehatan, mendirikan dapur umum di Balaikota Pariaman, serta lokasi pengungsian di Desa Punggung Lading dan Pauh Kurai Taji.
Evakuasi warga yang terjebak banjir dan pembersihan pohon tumbang turut dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa.(*)
Editor : Hendra Efison