Keluarga berharap upaya pencarian terus dilakukan hingga keduanya ditemukan.
Informasi tersebut disampaikan Yetri (38), warga Korong Kampung Jawi-Jawi Balaibaik, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padangpariaman.
Ia mengatakan Nizam merupakan keponakannya, anak dari kakak perempuannya yang telah menetap di Malaysia.
Sementara Muliadi adalah kakak kandungnya yang merantau ke Malaysia dan pulang ke kampung halaman setiap lima bulan.
Menurut Yetri, Nizam pulang ke Indonesia karena ingin menemui neneknya. Ia memilih bepergian bersama Muliadi setelah mengetahui pamannya pulang melalui jalur laut.
Keduanya berangkat dari Malaysia pada Rabu (26/11/2025) dan tiba di Dumai pada sore hari, sebelum melanjutkan perjalanan darat hingga sampai di Padangpanjang sekitar pukul 00.00, Kamis (27/11).
Dugaan awal menyebut mereka berhenti di lokasi karena ada longsor di sekitar Jembatan Kembar.
Yetri menerima kabar hilangnya kerabatnya tersebut pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00. Kondisi kampung yang juga terdampak banjir menyebabkan listrik padam dan sinyal komunikasi terputus.
Malam harinya, seorang tetangga memberi tahu bahwa travel yang ditumpangi Muliadi dan Nizam hilang terseret arus galodo.
Informasi tambahan diperoleh dari Ani, karyawan ibu Nizam di Malaysia, yang turut menumpang travel yang sama.
Ani dan suaminya berhasil menyelamatkan diri setelah menyadari adanya bahaya. Saat kejadian, Nizam dan Muliadi disebut masih tertidur di dalam kendaraan tersebut.
Kakak ipar Yetri, istri Muliadi, sempat menerima pesan terakhir dari suaminya sekitar pukul 07.00 WIB pada Kamis (27/11). Pada pukul 13.00, ponsel Muliadi sudah tidak dapat dihubungi.
Saat ini keluarga besar berpencar di beberapa lokasi untuk mencari informasi, mulai dari Jembatan Kembar, RSUD Padangpanjang, Kayutanam Padangpariaman, hingga RS Bhayangkara Padang.
Keluarga sebelumnya sempat menyembunyikan informasi ini dari ibu mereka, namun belakangan sang nenek mengetahui sendiri dari warga yang datang melayat. Kondisinya kini dilaporkan menurun.
Yetri menyampaikan harapan besar agar pencarian tidak dihentikan. “Kami berharap pemerintah terus melanjutkan pencarian agar kakak dan keponakan saya dapat ditemukan,” katanya.(nia)
Editor : Hendra Efison