Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

TPID Kota Padang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi

Suryani • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:00 WIB

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang, Rabu (3/12) untuk pengendalian inflasi  jelang Nataru dan pascabencana hidrometeorologi.
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang, Rabu (3/12) untuk pengendalian inflasi jelang Nataru dan pascabencana hidrometeorologi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Inflasi Kota Padang secara kumulatif hingga November 2025 sebesar 3,38% (ytd) berada di batas atas sasaran inflasi. Mencermati kondisi tersebut, pengendalian inflasi Kota Padang difokuskan pada ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas pangan.

Banjir bandang dan longsor telah menyebabkan kerusakan lahan dan terganggunya distribusi, sehingga harga cabai merah dan bawang merah meningkat cukup signifikan di Kota Padang. Namun, sejalan dengan pemulihan jalur distribusi yang terus dilakukan, harga berbagai komoditas berangsur turun.

Hal itu terungkap dalam High Level Meeting (HLM) diselenggarakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang Rabu (3/12). HLM ini upaya memperkuat sinergi pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Dinas Pangan Sumbar, Bulog, BPS Kota Padang, Pertamina, BMKG, KADIN Kota Padang, dan OPD terkait.

Forum ini membahas perkembangan inflasi terkini, ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan sinergi untuk menjagastabilitas harga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, M Abdul Majid Ikram mengatakan, BMKG memperkirakan kondisi cuaca ke depan cenderung lebih kondusif. Kondisi ini dapat mendukung pemulihan pasokan komoditas hortikultura.

Selain itu, Bulog dan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa stok beras dan komoditas pangan lainnya dalam kondisi mencukupi. Bantuan pangan juga terus mengalir ke masyarakat dengan proses distribusi yang terus di akselerasi.

Bulog juga menegaskan bahwa pasokan tambahan telah disiapkan guna mengantisipasi potensi lonjaka permintaan. Sementara itu, Pertamina juga menyatakan bahwa stok BBM dan LPG cukup aman, serta mengutamakan penyaluran LPG ke daerah-daerah yang terdampak bencana.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan diintensifkan, termasuk melalui kerjasama dengan Bapanas untuk membantu mengendalikan harga pangan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pasokan cabai merah dari Jawa serta produksi dari sentra lokal, seperti Kabupaten Solok dan Tanahdatar, diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar M Abdul Majid Ikram dalam siaran pers Kamis (4/12).

Majid mengatakan, TPID Kota Padang dan seluruh stakeholders berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan Kota Padang, melalui berbagai langkah strategis, antara lain menjaga ketersediaan pasokan dan harga komoditas pangan serta membuka opsi penambahan pasokan dari provinsi lain.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) terus diintensifkan pada lokasi dan komoditas yang tepat sasaran serta publikasi berkala melalui papan reklame dan media massa. TPID Kota Padang juga terus berkoordinasi dengan Pertamina, Bulog, serta dinas terkait, untuk memastikan stok bahan pokok, BBM, dan LPG tetap aman dan terdistribusi merata.

Melalui berbagai upaya tersebut, TPID Kota Padang optimis bahwa inflasi Kota Padang pada akhir tahun 2025 akan tetap terjaga dan berada dalam koridor sasaran 2,5% ± 1%. (eni/rel)

Editor : Adetio Purtama
#Perkuat Sinergi #TPID Kota Padang #pengendalian inflasi