Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Maninjau–Bukittinggi Mulai Pulih, Lembahanai Sebulan Lagi

Putra Susanto • Jumat, 5 Desember 2025 | 11:35 WIB

PENANGANAN JALAN PUTUS: Pekerja mengoperasikan alat berat dalam penanganan jalan putus akibat banjir bandang di kawasan Megamendung, Lembahanai, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (4/12).
PENANGANAN JALAN PUTUS: Pekerja mengoperasikan alat berat dalam penanganan jalan putus akibat banjir bandang di kawasan Megamendung, Lembahanai, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (4/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-AKSES jalan Maninjau–Bukittinggi yang sejak awal bencana lumpuh diterjang longsor akhirnya mulai pulih bertahap.

Kamis (4/12), Pemkab Agam bersama masyarakat, TNI–Polri, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, hingga pemuda relawan turun gotong royong membersihkan material yang menutup badan jalan.

Kabid Bina Marga PUTR Agam Gani Basya memastikan jalur Maninjau–Kelok 44–Matur–Simpang Panta–Batas Kota Bukittinggi kini sudah bisa dilintasi roda dua dan roda empat.

“Tetap hati-hati. Sejumlah titik badan jalan dan bahu jalan masih terban,” ujarnya.

Sejak awal bencana, Dinas PUTR mengerahkan tim teknis untuk asesmen, pembukaan akses, dan pengoperasian alat berat.

Pembersihan Kelok 44, penanganan badan jalan terban, hingga pemantauan harian titik rawan terus dilakukan. Tahap menengah juga disiapkan, penguatan struktur jalan, normalisasi drainase, sampai identifikasi titik rekonstruksi.

Dishub Agam juga memasang police line dan rambu peringatan di titik bahaya. Sinergi pemerintah daerah bersama warga ini menegaskan bahwa pemulihan akses di Agam dilakukan terpadu dan terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

Kabar baik juga datang dari Jorong Tamtaman, Nagari Tigokoto Silungkang. Akses yang terputus lebih dari sepekan kini mulai terbuka kemarin siang.

Gotong royong ratusan warga, dibantu Satuan Brimob Polda Riau, Jambi, dan Sumbar, berhasil menembus jalur yang sebelumnya tertutup longsor di 11 titik.

Dari 500 jiwa yang terisolasi, bantuan kini sudah dapat masuk via darat. Sehari sebelumnya, alat berat Brimob bekerja menembus satu per satu titik longsor.

Suara mesin alat berat itu menjadi harapan bagi warga yang selama seminggu hidup tanpa listrik, tanpa internet, dan tanpa akses kebutuhan pokok.

Korban Terbanyak

Di tengah upaya pemulihan akses ini, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pengungsian di Salarehaia, Kecamatan Palembayan, kemarin. Dia meminta agar lansia, ibu hamil, anak-anak dan balita menjadi prioritas layanan di pos pengungsian.

“Mohon tenda, makanan tiga kali sehari, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya betul-betul dipastikan untuk kelompok rentan,” ujar Gibran.

Dalam laporan ke Wapres, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan data korban bencana sebanyak 169 meninggal, 86 hilang, 35 dirawat, dan lebih dari 12.800 mengungsi. Angka warga hilang diperkirakan masih bisa bertambah karena belum seluruh keluarga melapor.

“Untuk wilayah terisolir, distribusi logistik dilakukan lewat darat, laut, dan Danau Maninjau, terutama ke Sungaibatang dan Tanjungsani,” ujar Benni.

Ia menambahkan, 20 alat berat sudah bekerja dan 10 unit tambahan segera datang untuk membuka akses dan mempercepat evakuasi.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulah menyebut, Agam sebagai daerah dengan kerusakan paling luas, khususnya pada sektor pertanian, perumahan, dan infrastruktur. Namun ia menegaskan, dukungan pusat sangat terlihat.

“Alhamdulillah, kepastian pembangunan kembali rumah, jembatan, dan jalan sudah diberikan Presiden dan Wapres. Listrik di sejumlah titik menyala, sinyal internet lewat Starlink sudah berfungsi dan akan ditambah,” kata Mahyeldi.

Lembahanai Masih Tutup Total

Terpisah, Polda Sumbar menginformasikan bahwa jalur Lembahanai, Kabupaten Tanahdatarmasih ditutup total sejak putus akibat banjir bandang dan longsor pada Kamis (27/11). Ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol H M Reza Chairul Akbar Sidiq di Padang, kemarin.

Ia mengatakan penutupan itu belum dapat dipastikan sampai kapan, karena masih menunggu pengerjaan serta perbaikan jalan yang rusak akibat bencana alam. Kepolisian memperkirakan jalan itu akan kembali berfungsi paling cepat satu bulan, itu pun belum berfungsi seratus persen.

Untuk diketahui jalan itu merupakan akses vital yang menghubungkan Sumbar dan Riau, dan akses untuk menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Korban Banjir di Padang, Sampaikan Rencana Bangun Satu Kampung untuk Warga Terdampak

Tidak hanya sebagai jalur transportasi, jalan tersebut juga merupakan jalur utama pendistribusian barang, logistik, dan aktivitas perekonomian. 

Di sisi lain, Reza mengatakan, pihaknya kini memberikan perhatian khusus kepada kawasan Sitinjaulauik yang lokasinya berada di dua wilayah hukum yaitu Polresta Padang dan Polres Solok.

Sebab kawasan tersebut adalah jalan lintas provinsi di Sumatra, dan kini perannya bertambah sebagai satu-satunya tumpuan bagi akses Padang-Bukittinggi.

“Kami menempatkan personel di kawasan Sitinjaulauik setiap hari guna mendukung Polresta Padang dan Polres Solok, jangan sampai terjadi penumpukan atau kemacetan,” katanya. (ptr/ant)

 

Editor : Novitri Selvia
#Lembahanai #Gani Basya #polda sumbar #longsor #Nagari Tigokoto Silungkang #Bina Marga PUTR Agam #Dinas PUTR Agam #pemkab agam