Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bencana Hidrometeorologi Sumbar: 234 Tewas, 247 Ribu Warga Terdampak, Kerugian Rp1,84 Triliun

Silvina Fadhilah • Senin, 8 Desember 2025 | 18:38 WIB

Bencana hidrometeorologi Sumbar tewaskan 234 jiwa, ribuan mengungsi, kerugian capai Rp1,84 triliun. Pemerintah percepat evakuasi dan bantuan darurat.
Bencana hidrometeorologi Sumbar tewaskan 234 jiwa, ribuan mengungsi, kerugian capai Rp1,84 triliun. Pemerintah percepat evakuasi dan bantuan darurat.
PADEK.JAWAPOS.COM–Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025 terus menunjukkan dampak besar. Hingga pukul 08.00 WIB, Senin (8/12), total korban meninggal dunia tercatat 234 orang, terdiri dari 204 jenazah teridentifikasi dan 30 belum teridentifikasi.

Sebanyak 95 orang masih hilang, 112 luka-luka, serta 20.474 warga terpaksa mengungsi dari total 247.762 jiwa yang terdampak langsung.

Kerugian material akibat banjir dan longsor mencapai Rp1.843.816.487.717. Dampak tersebut meliputi kerusakan infrastruktur, rumah warga, lahan pertanian, dan sektor ekonomi lainnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan keprihatinan atas kondisi tersebut.

“Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa dan kerugian yang dialami masyarakat. Pemerintah bersama TNI, Polri, Basarnas, tim medis, dan relawan terus bergerak untuk penyelamatan dan pemulihan akses,” kata Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi.

Ia menyebut beberapa wilayah masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan jembatan, sehingga menyulitkan distribusi bantuan.

Data menunjukkan 147 unit telekomunikasi rusak, 172 ruas jalan dan 46 jembatan terdampak, serta 153 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, dan 170 sekolah mengalami gangguan.

Kerusakan sektor pertanian juga signifikan. Sebanyak 6.749 hektare sawah, 6.713 hektare lahan pertanian, 1.031 hektare kebun, dan 10.486 hektare kolam terendam.

Selain itu, 5.290 rumah rusak ringan, 983 rusak sedang, 1.629 rusak berat, 38.900 terendam, dan 755 hilang terbawa arus.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui jalur udara dengan total 9.064 koli berbobot 30.719 kilogram ke tujuh daerah terdampak, dengan Agam sebagai penerima terbesar.

Bantuan darat juga digencarkan, termasuk 10 ton sembako dan peralatan untuk Kota Padang, serta starlink, genset, tenda, dan bahan kebutuhan pokok untuk Kabupaten Agam.

Arry Yuswandi menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah evakuasi wilayah terisolasi, pelayanan kesehatan di posko, serta pemulihan telekomunikasi.

“Kami menyiapkan pemulihan jangka panjang agar masyarakat dapat kembali pulih,” ujarnya.(CR1)

Editor : Hendra Efison
#Bencana Sumbar 2025 #kerugian bencana Sumbar #Bencana hidrometeorologi Sumbar #korban meninggal Sumbar #banjir bandang Sumbar