Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Status Gunung Talang Naik ke Level II Waspada, Gempa Vulkanik Melonjak Usai Guncangan M4,7

Randi Zulfahli • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:49 WIB

Status Gunung Talang dinaikkan ke Level II Waspada akibat lonjakan gempa vulkanik, masyarakat diminta menjauhi radius dua kilometer dari kawah.
Status Gunung Talang dinaikkan ke Level II Waspada akibat lonjakan gempa vulkanik, masyarakat diminta menjauhi radius dua kilometer dari kawah.
PADEK.JAWAPOS.COM--Tingkat aktivitas Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, resmi dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak Rabu (10/12/2025) pukul 10.00 WIB.

Keputusan ini ditetapkan Badan Geologi setelah melihat peningkatan signifikan aktivitas kegempaan vulkanik selama beberapa bulan terakhir.

Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya ketidakstabilan kondisi vulkanik.

“Peningkatan ini didasarkan pada data gempa vulkanik dalam yang terus meningkat dan menunjukkan migrasi magma ke arah permukaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Gunung Talang merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat.

Gunung ini terdiri dari dua kerucut, Talang Jantan di bagian timur dan Talang Betina di barat, yang berjarak sekitar satu kilometer.

Kompleks gunung api ini berada di zona aktif Sesar Besar Sumatera, tepatnya pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti, sehingga sangat sensitif terhadap pemicu tektonik.

Catatan historis menunjukkan erupsi tahun 2005 dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai (M 6,8).

Hingga kini Kawah Utama, Kawah Selatan, serta rekahan Gabuo Atas dan Gabuo Bawah masih menjadi pusat aktivitas vulkanik.

Pantauan visual dari Pos Pengamatan G. Talang di Desa Lembang Jaya belum menunjukkan perubahan drastis, hanya asap putih setinggi 10–75 meter di atas puncak.

Namun, data instrumental mencatat sebaliknya. Gempa Vulkanik Dalam (VT) terus meningkat sejak September 2024, dan sepanjang 2025 telah terjadi empat periode swarm VT: 8 April, 25 Juli, 23 September, dan 9 Oktober.

Peningkatan terbesar terjadi pada 1–9 Desember 2025, dengan total 101 kali Gempa VT, dua Gempa Terasa, dan 14 Gempa Tektonik Jauh.

Setelah gempa tektonik lokal M 4,7 pada 10 Desember 2025 pukul 02.48 WIB, terjadi lonjakan tajam: 227 kali Gempa VT hingga pukul 09.00 WIB.

PVMBG mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Warga serta pengunjung dilarang mendekati area kawah dalam radius dua kilometer dari Gunung Talang, termasuk Kawah Selatan dan Kawah Utama. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi longsor di sekitar Kawah Selatan.

Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Talang akan kembali dievaluasi apabila terjadi perubahan signifikan baik secara visual maupun kegempaan. (*)

Editor : Hendra Efison
#aktivitas vulkanik Talang #Solok gunung api #gempa VT meningkat #PVMBG rekomendasi Talang #Gunung Talang Waspada