Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu 1.200 Meter, Status Tetap Waspada Level II

Randi Zulfahli • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:16 WIB

Gunung Marapi erupsi dengan kolom abu 1.200 meter, status Level II Waspada. PVMBG imbau warga jauhi radius 3 km dan waspadai lahar.
Gunung Marapi erupsi dengan kolom abu 1.200 meter, status Level II Waspada. PVMBG imbau warga jauhi radius 3 km dan waspadai lahar.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Minggu (14/12/2025) pukul 16.37 WIB.

Aktivitas vulkanik tersebut terpantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

PVMBG mencatat erupsi melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.200 meter di atas puncak gunung, atau mencapai kurang lebih 4.091 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah, menyampaikan kolom abu terlihat condong ke arah utara. Erupsi tersebut terekam jelas melalui peralatan pemantauan seismik.

“Data seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 9,8 milimeter dengan durasi letusan sekitar 1 menit 1 detik,” kata Teguh Firmansyah dalam keterangan resminya.

Hingga laporan ini disampaikan, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar gunung.

PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek. Larangan ini berlaku untuk menghindari potensi bahaya letusan lanjutan.

Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan.

Potensi banjir lahar dingin atau lahar hujan dapat terjadi, terutama pada musim hujan.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu vulkanik.

Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dalam rangka menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat, PVMBG meminta seluruh pihak tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks terkait aktivitas Gunung Marapi. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.

Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Api Marapi di Bukittinggi. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memperoleh informasi terkini dan terverifikasi.

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui kanal resmi Badan Geologi dan Magma Indonesia sebagai sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.(cc1)

Editor : Hendra Efison
#Gunung Marapi Erupsi #Status Waspada Marapi