Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PKM UNP Salurkan Tandon Air dan Logistik untuk Korban Banjir Bandang Tabing Banda Gadang Padang

Randi Zulfahli • Minggu, 21 Desember 2025 | 15:50 WIB

Tim PKM UNP serahkan bantuan tandon air dan logistik dapur umum kepada warga korban banjir bandang di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Padang, Minggu (21/12/2025).(Foto: Randi/Padek)
Tim PKM UNP serahkan bantuan tandon air dan logistik dapur umum kepada warga korban banjir bandang di Tabing Banda Gadang, Nanggalo, Padang, Minggu (21/12/2025).(Foto: Randi/Padek)
PADEK.JAWAPOS.COM-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (PKM UNP) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang atau galodo di kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Minggu (21/12/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang masih dialami masyarakat pascabencana, khususnya krisis air bersih dan keterbatasan logistik dapur umum.

Ketua Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana UNP 2025, Dony Novaliendry, mengatakan bahwa bantuan difokuskan pada penyediaan sarana air bersih yang hingga kini masih menjadi persoalan utama warga.

“Kami menyerahkan bantuan tandon air karena hingga saat ini warga masih bermasalah dengan air bersih. Selain itu, kami juga mendistribusikan bahan baku dapur umum serta peralatan masak,” ujar Dony.

Selain tandon air, PKM UNP juga menyalurkan paket bantuan logistik berupa beras, telur, makanan kaleng, minyak goreng, dan cabai. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional dapur umum dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Dony menjelaskan, jenis dan jumlah bantuan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Tim PKM UNP terlebih dahulu melakukan survei lapangan guna memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar dibutuhkan dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 583 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Tabing Banda Gadang terdampak banjir bandang. Selain kehilangan akses air bersih, warga juga masih menghadapi kondisi rumah yang dipenuhi sisa material lumpur banjir, sehingga memperburuk situasi ekonomi keluarga.

Menanggapi persoalan penyaluran bantuan yang kerap tidak merata di lokasi bencana, PKM UNP menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Akurasi data penerima menjadi perhatian utama sebelum distribusi dilakukan.

“Banyak bantuan di tempat lain yang tidak tepat sasaran, bahkan ada warga yang tidak mendapat bagian sama sekali. PKM UNP melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan bantuan tandon air dan bahan baku ini jatuh ke sasaran tepat,” tegas Dony.

Lebih lanjut, Dony mengajak berbagai institusi dan pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak, terutama untuk kebutuhan jangka panjang pascabencana.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Tabing Banda Gadang.

“Harapannya, bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban warga terdampak musibah. Semoga perekonomian mereka segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” tutup Dony.

Editor : Heri Sugiarto
#Tandon Air #unp #pengabdian masyarakat UNP #Banjir Bandang Padang #Tabing Banda Gadang #PKM UNP