Bantuan difokuskan pada tiga titik utama, yaitu Jalan Gadung, Jalan Kampung Apar, dan Jalan Suraugadang.
Selain itu, Tim PKM UNP juga memberikan dukungan tambahan untuk lokasi Hunian Sementara (Huntara) Padang Sarai yang menjadi salah satu pusat pengungsian.
Ketua Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana UNP 2025, Dony Novaliendry, mengatakan bahwa proses distribusi dilakukan bersama pihak kecamatan untuk memastikan transparansi penyaluran.
“Alhamdulillah, dalam penyaluran logistik ini kita didampingi Bapak Camat. Di tiga titik ini kita berikan bantuan logistik seperti pakaian dalam, telur, susu bayi, kasur, perlengkapan mandi, air mineral, hingga nasi bungkus,” ujar Dony.
Dari hasil koordinasi dengan perangkat kecamatan, diketahui bahwa stok beras di titik-titik tersebut sudah mencukupi. Oleh karena itu, tim menyesuaikan bantuan dan mengalihkan dukungan pada kebutuhan mendesak lainnya.
Di Huntara Padang Sarai, jenis bantuan diperluas dengan tambahan bahan pangan segar dan bumbu masak. “Kita tambahkan juga alat bumbu masak seperti cabai, ikan, dan lainnya karena pengungsian bencana di sini titiknya, makanya kita beri lebih,” jelasnya.
Selain bantuan kebutuhan harian, Tim PKM UNP juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, kain sarung, mukena, dan sajadah sesuai permintaan warga di lokasi terdampak.
Proses penyaluran berlangsung kondusif dan melibatkan perangkat daerah, mulai dari pihak kecamatan hingga ketua RW dan RT setempat. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang paling membutuhkan.
Dony berharap langkah ini mampu membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan di wilayah Kota Padang. “Harapan kita bisa memberikan lebih kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah. Kita berusaha seadil mungkin berbagi dengan melihat prioritas utama,” katanya.
Tim PKM UNP memastikan akan terus memperluas jangkauan bantuan ke wilayah yang belum tersentuh serta melakukan asesmen lanjutan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pada fase pascabencana.(*)
Editor : Heri Sugiarto