Empat toren air didistribusikan di titik strategis sebagai upaya memastikan ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak banjir bandang.
Keterbatasan akses air bersih menjadi persoalan krusial bagi masyarakat setelah bencana terjadi.
Meskipun layanan PDAM telah beroperasi, kondisi air yang masih keruh menyulitkan warga memenuhi kebutuhan dasar.
Ketua Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana UNP 2025, Dony Novaliendry, mengatakan lokasi penyaluran ditentukan berdasarkan survei langsung dan permintaan masyarakat di wilayah yang paling terdampak.
“Kami memberikan bantuan ini di daerah yang mengalami dampak parah setelah bencana banjir bandang kemarin. Setiap titik kami survei untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Dony.
Bantuan tersebut dialokasikan ke empat fasilitas ibadah, yakni Mushola Al Ihsan, Masjid Rahmatan Lil'alamiin, Masjid Al-Muttaqin, dan Mushola Al-Fitrah. Menurut Dony, antusiasme masyarakat tinggi dalam menyambut kehadiran toren air tersebut.
Warga setempat selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih setiap kali hujan deras memicu banjir.
Dengan adanya toren ini, masyarakat diharapkan tetap memiliki cadangan air bersih yang layak selama proses pemulihan berlangsung.
“Mudah-mudahan dengan bantuan ini manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat, terutama untuk penyediaan air bersih agar kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih baik,” kata Dony.
PKM UNP berkomitmen melanjutkan program pascabencana lainnya. Selain penyediaan toren air, tim merencanakan kegiatan pembersihan sisa lumpur serta pembangunan kembali fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) bagi warga yang membutuhkan.(*)
Editor : Heri Sugiarto