Selain trauma fisik dan psikologis, dampak ekonomi menjadi tantangan besar pascabencana. Banyak pelaku UMKM kehilangan aset produksi, terpaksa menghentikan usaha sementara, bahkan menutup usahanya secara permanen.
Akibatnya, pendapatan menurun drastis hingga sebagian masyarakat mengalami kondisi zero income. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi memperparah daya beli dan kualitas hidup masyarakat, bahkan mendorong mereka ke bawah ambang kelayakan hidup.
Menjawab kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, menggulirkan Skema Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pada Tahap I, Universitas Andalas (Unand) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerima amanah untuk melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana Sumatera Barat, dengan fokus lokasi di Kota Padang. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Ratni Prima Lita, SE., MM, Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Andalas, Dr Efa Yonnedi SE MPPM Ak CA CRGP PhD, serta Ketua LPPM Unand Prof Dr techn. Marzuki SSi MSc Eng.
Kegiatan juga melibatkan kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bung Hatta, ITB HAS Bukittinggi, serta Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen Unand. Pemerintah Daerah Kota Padang turut memberikan dukungan, termasuk dalam validasi data UMKM penerima manfaat.
Total dana yang digulirkan dalam program ini mencapai Rp250.132.000, yang dimanfaatkan untuk penyediaan 191 paket peralatan produksi bagi pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Padang. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi modal awal bagi pelaku usaha untuk kembali bangkit dan memulai aktivitas produksi pascabencana.
Wilayah prioritas bantuan meliputi kecamatan yang terdampak signifikan, yakni Nanggalo, Kuranji, Kototangah, Pauh, dan Padang Utara. Bantuan diberikan dalam dua bentuk utama, yaitu penyediaan peralatan usaha dan pendampingan UMKM.
Peralatan yang disalurkan antara lain kompor gas, tabung gas, mixer, chopper, panci, baskom, wajan, dan perlengkapan masak lainnya. Selain bantuan fisik, pendampingan juga difokuskan pada pemberian motivasi agar pelaku UMKM kembali bersemangat menjalankan usahanya.
Melalui program ini, Kemendiktisaintek bersama Unand dan mitra berharap UMKM kuliner di Kota Padang dapat kembali berproduksi, memulihkan pendapatan, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat pascabencana.
Ke depan, pendampingan usaha diharapkan terus berlanjut agar pemulihan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (rdo)
Editor : Adetio Purtama