Kondisi tersebut disampaikan Anggota DPRD Pessel, Novermal usai mendapatkan informasi dari tokoh masyarakat setempat, Kamis (1/1/2026).
"Jembatan di Limau-limau menuju Ngalau Gadang putus, sementara tiga titik jalan tertimbun tanah longsor. Warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat telah diungsikan ke Gedung UDKP Kecamatan. Sekitar 678 warga terdampak, termasuk akses pendidikan dan ekonomi yang terancam lumpuh," ungkap Novermal.
Upaya Darurat Masyarakat dan TNI AD
Untuk memulihkan akses, kata Novermal, masyarakat bersama TNI AD membangun jembatan darurat yang kini bisa dilalui sepeda motor.
Jalan yang tertimbun tanah longsor telah dirapikan secara manual, namun kondisi masih ekstrem dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
BNPB dan TNI AD berencana membangun jembatan permanen untuk kendaraan roda empat, namun proyek belum terealisasi karena menunggu program rehabilitasi dan rekonstruksi. "Bantuan alat berat dari PT Semen Padang dan Balai Jalan Nasional juga belum tiba," tambahnya.
Dalam diskusi Novermal dengan Sekda Pesisir Selatan, Zainal Arifin, disepakati percepatan pembangunan jembatan permanen dan pembersihan jalan.
Pembiayaan akan diajukan melalui dana CSR perusahaan yang beraktivitas di wilayah Pessel, untuk mempercepat pemulihan akses vital bagi pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Di Ngalau Gadang terdapat 1 SD, 1 TK, 1 masjid, dan 2 mushalla. Guru SD dan TK tinggal di luar nagari, sedangkan siswa SMP hingga SMA harus bersekolah di luar Ngalau Gadang. Akses jalan yang lancar menjadi krusial bagi kegiatan pendidikan dan aktivitas ekonomi warga.(*)
Editor : Heri Sugiarto