Pembukaan akses dilakukan setelah petugas gabungan bersama BPBD Agam menyelesaikan pembersihan material longsor menggunakan tiga unit alat berat yang bekerja sejak Jumat malam.
Pantauan Padang Ekspres, kendaraan roda dua dan empat mulai bisa melewati jalur tersebut. Hingga Sabtu sore, tidak ada lagi kejadian galodo atau banjir bandang susulan di kawasan Pasa Maninjau dan sekitarnya.
Material Longsor Dibersihkan
Menurut Rudi Yudistira, warga setempat, sejak Jumat malam hingga Sabtu tidak terjadi galodo lagi. “Alat berat masih bekerja untuk membersihkan sisa-sisa material yang memenuhi jalanan, termasuk menormalisasi arus Sungai Batang Muaro Pisang,” ujarnya.
Material longsor berupa lumpur, kayu, dan bebatuan yang sempat menutup badan jalan berhasil disingkirkan. Arus lalu lintas yang sebelumnya lumpuh total kini mulai bergerak, meski pengendara tetap diminta waspada karena jalan licin dan cuaca belum sepenuhnya membaik.
Banjir Bandang Susulan Sebelumnya Picu Pengungsian
Sebelumnya, banjir bandang susulan kembali menerjang Jorong Pasa Maninjau pada Jumat (2/1/2026), memaksa ratusan warga mengungsi. BPBD Agam mencatat sebanyak 469 jiwa dari 167 KK sempat mengungsi ke rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta rumah sanak saudara.
Imbauan Waspada dari BPBD Agam
BPBD Agam mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Batang Muaro Pisang dan daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya potensi hujan masih cukup tinggi dan kondisi tanah masih labil.
Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca dan kondisi sungai untuk mencegah risiko bencana susulan.(*)
Editor : Heri Sugiarto