Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak banjir bandang. Kegiatan difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN).
Mahyeldi sebelumnya bertolak dari Banda Gadang, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok menuju Tanahdatar.
“Pemulihan pascabencana di Sumatera Barat bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan seperti ini. Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai lembaga dan sesama masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ketua RPN Sumbar Zeng Welf menyampaikan pihaknya telah menghimpun donasi sekitar Rp1,5 miliar untuk membantu daerah terdampak bencana. Sebagian dana digunakan untuk pembangunan pipanisasi air bersih di Jorong Muaro Ambius.
Ia menjelaskan, proses pemasangan melibatkan relawan pendamping dan masyarakat setempat. Seluruh pipa berasal dari wakaf para wakif yang dikoordinasikan melalui Lazisku dan Lazismu, kemudian diserahkan kepada RPN untuk pelaksanaan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini terdapat sekitar 50 NGO dari luar Sumatera Barat yang menyalurkan donasi melalui RPN,” kata Zeng Welf.
Perwakilan warga, Jon Simamora (53), menyampaikan kebutuhan air bersih menjadi prioritas masyarakat pascabencana. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah dan lembaga sosial.
Usai dari Tanahdatar, Mahyeldi meninjau progres perbaikan jembatan kembar pada ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan PadangPanjang Barat, Kota Padangpanjang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dan dapat difungsikan sebelum libur Lebaran. Jembatan tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dan tengah diperbaiki oleh BPJN Sumbar.
“Peralatan pendukung pengerjaan jembatan sudah semakin lengkap. Insyaallah jelang libur Lebaran jembatan ini sudah dapat difungsikan kembali,” kata Mahyeldi.
Menurut laporan teknis BPJN Sumbar, perbaikan membutuhkan pemasangan sekitar 726 tiang penyangga serta tambahan delapan unit alat berat untuk mempercepat pekerjaan.
Mahyeldi berharap perbaikan selesai sesuai target agar arus transportasi Padang–Bukittinggi kembali lancar. “Untuk kepastian teknisnya, nanti BPJN yang akan menjelaskan lebih lanjut,” katanya.
Dalam peninjauan itu, Mahyeldi juga mengecek normalisasi sungai di kawasan Mega Mendung dan memberikan sejumlah instruksi kepada BPJN Sumbar.(*)
Editor : Hendra Efison