Peserta terdiri atas 60 pengelola Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) level Silver dan Gold dari 30 kelompok. Komoditas yang dikembangkan antara lain ekowisata, agroforestri kopi dan durian, madu, pangan lokal, gaharu, dan rotan.
Selain itu, kegiatan juga diikuti 30 pendamping KPS/KUPS. Mereka berasal dari penyuluh kehutanan aparatur sipil negara serta lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat sipil.
Bimtek RUPS dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kelembagaan dan usaha KPS/KUPS serta mendorong peningkatan level dari Silver ke Gold dan dari Gold ke Platinum.
Bimtek tersebut juga mendukung pencapaian Rencana Operasional Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Program ini menjadi bagian dari agenda pengelolaan hutan berkelanjutan.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas kelompok perhutanan sosial. Menurutnya, perencanaan usaha harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas kelompok pengelolaan usaha perhutanan sosial di Sumatera Barat semakin meningkat dan mampu mengembangkan usaha yang dibutuhkan pasar,” ujar Mahyeldi saat membuka kegiatan.
Mahyeldi menegaskan, perhutanan sosial di Sumbar telah menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Perhutanan sosial merupakan solusi strategis agar hutan tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Mahyeldi mengungkapkan, luasan perhutanan sosial di Sumbar telah mencapai 340 ribu hektare. Sejak 2025, rata-rata pendapatan petani hutan di Sumbar tercatat Rp3,1 juta per bulan.
Ia menyebut keberhasilan perhutanan sosial ditentukan oleh kualitas pengelolaan KPS dan KUPS. Penyusunan RUPS dinilai penting untuk memperkuat perencanaan usaha dan daya saing produk.
“Kami mendorong KPS dan KUPS terus berinovasi dan memperluas akses pasar agar membuka lapangan kerja baru,” ujar Mahyeldi.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan atau perwakilan.
Hadir pula Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Kepala UPTD PLUT Koperasi dan UMKM Sumbar, serta seluruh peserta bimtek.(*)
Editor : Hendra Efison