Penyerahan jenazah dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, serta perwakilan Dinas Kesehatan. Ketiga jenazah yang diserahkan telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan DNA dengan pembanding dari anak kandung korban.
Adapun tiga korban yang teridentifikasi masing-masing bernama Jaruni, Dusra Maini, dan Irna Silvia. Jenazah Jaruni sebelumnya berada di RS Bhayangkara Padang, sementara jenazah Dusra Maini dan Irna Silvia telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Agam.
Anak kandung Jaruni, Pian, yang menerima langsung jenazah orang tuanya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar atas proses identifikasi yang berjalan cepat dan lancar.
“Yang bisa saya sampaikan hanya ucapan terima kasih kepada Polda karena hasilnya cepat kami ketahui dan prosesnya berjalan lancar. Rencananya almarhum akan dimakamkan di kampung halaman kami di Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman,” ujar Pian di RS Bhayangkara Padang.
Berdasarkan data Polda Sumbar hingga 20 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana galodo di Sumatera Barat tercatat sebanyak 254 orang. Dari jumlah tersebut, 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri atas 112 laki-laki dan 114 perempuan.
Sementara itu, 28 korban lainnya masih belum teridentifikasi, terdiri dari 13 laki-laki, 11 perempuan, serta 4 potongan tubuh. Polda Sumbar telah mengirimkan DNA ke-28 korban tersebut ke pusat untuk proses pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, tercatat sebanyak 41 jenazah dimakamkan secara massal, dengan rincian 25 jenazah di Bungus dan 16 jenazah di Agam. Untuk korban yang masih dalam pencarian, sebanyak 81 orang hingga kini dinyatakan belum ditemukan, terdiri dari 43 laki-laki dan 38 perempuan.
Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin mengimbau masyarakat yang masih kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor ke Polsek terdekat atau menghubungi layanan darurat 110, guna keperluan pencocokan DNA.
“Kami mengimbau masyarakat yang masih kehilangan keluarga untuk segera melapor. Kami membutuhkan DNA pembanding agar proses identifikasi bisa segera dilakukan dan jenazah dapat diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Polda Sumbar bersama jajaran Polres dan Polsek terus melaksanakan upaya pencarian korban yang belum ditemukan, bekerja sama dengan instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan duka sebesar Rp15 juta per jiwa kepada ahli waris korban meninggal dunia. Bantuan tersebut dapat diberikan setelah identitas korban dipastikan.
“Identifikasi sangat penting karena menjadi dasar penyaluran bantuan Rp15 juta per jiwa dari Kemensos kepada ahli waris,” katanya.
Selain santunan kematian, Kemensos juga menyiapkan berbagai bantuan lain, di antaranya bantuan korban luka berat Rp5 juta, bantuan rumah rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp30 juta, rusak ringan Rp15 juta, bantuan ekonomi Rp5 juta, bantuan perabot Rp3 juta, serta bantuan kebutuhan hidup selama 90 hari sebesar Rp15 ribu per orang per hari.
Oleh karena itu, Dinas Sosial mengimbau masyarakat terdampak bencana untuk segera melapor dan melengkapi data guna memastikan seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. (cr4)
Editor : Adetio Purtama