Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

15.000 UMKM Terdampak Bencana, Sumbar Hadirkan Klinik UMKM Minang Bangkit

Mengki Kurniawan • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:19 WIB

Pemerintah resmi meluncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat pemulihan ekonomi pasca-bencana di Sumatera Barat.
Pemerintah resmi meluncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat pemulihan ekonomi pasca-bencana di Sumatera Barat.
PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah resmi meluncurkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat pemulihan ekonomi pasca-bencana di Sumatera Barat. Fasilitas yang berlokasi di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, Jumat (23/1/2026).

Peluncuran klinik tersebut menjadi respons atas dampak bencana hidrometeorologi yang merusak sendi-sendi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit tidak sekadar berfungsi sebagai kantor administratif, melainkan pusat layanan terpadu untuk pemulihan permodalan, mental, hingga penguatan akses pasar.

“Bencana telah mengguncang pondasi ekonomi dan memutus permodalan pelaku usaha. Klinik UMKM Minang Bangkit ini adalah solusi konkret, mencakup pendataan akurat, pemulihan mental, hingga akses pasar digital,” ujar Helvi.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi melalui semangat gotong royong agar UMKM di Sumatera Barat dapat segera bangkit dan berkembang.

“Masyarakat Minang memiliki DNA wirausaha yang kuat. Dengan prinsip barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, kami mengajak pelaku usaha tetap optimistis dan memanfaatkan klinik ini agar usahanya bisa naik kelas,” tambahnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bahwa sekitar 15.000 UMKM terdampak serius akibat banjir dan longsor, bahkan banyak yang kehilangan peralatan produksi.

“Klinik ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran melalui verifikasi data by name by address, dilengkapi dokumentasi kondisi usaha di lapangan,” jelas Mahyeldi.

Selain fasilitas fisik, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengoperasikan Mobil Klinik UMKM untuk menjangkau pelaku usaha di lokasi-lokasi terdampak bencana. Program ini disinergikan dengan PLUZI Academy agar UMKM yang pulih memiliki daya saing hingga ke pasar ekspor.

Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah menambahkan bahwa pemulihan UMKM dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pulih mental, pulih usaha, dan tumbuh.

“Trauma healing menjadi langkah awal agar pelaku usaha kembali percaya diri. Setelah itu, kami dorong pemulihan operasional hingga UMKM tumbuh lebih tangguh,” ujarnya.

Saat ini, tercatat 4.876 UMKM di 12 wilayah menjadi prioritas penanganan cepat. Sebagai langkah awal, pemerintah telah menyalurkan 565 unit sarana produksi dan 415 paket bahan baku hasil kolaborasi dengan BUMN, perbankan, dan mitra strategis lainnya.

“Ini kerja bersama lintas instansi agar mesin ekonomi UMKM kembali berputar. Kami ingin UMKM Sumatera Barat menjadi pilar ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Siti Azizah. (cr3)

Editor : Adetio Purtama
#pemprov sumbar #Klinik UMKM Minang Bangkit #terdampak bencana #Mahyeldi #umkm