Program ini mencakup pengeboran sumur, pembangunan tangki reservoir, sistem pompa, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan bagi fasilitas kesehatan tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo menyatakan pemulihan air bersih di fasilitas kesehatan merupakan atensi langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Rumah sakit tidak boleh kekurangan air. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Tugas kita di pemerintahan adalah memastikan kebutuhan itu terpenuhi,” ujar Dody saat peresmian dimulainya pengeboran.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan dasar seperti air bersih mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam menjaga layanan kesehatan pascabencana di daerahnya.
“Salah satunya itu dilakukan melalui pembangunan sumur bor untuk penguatan pasokan air bersih ke RSUP dr. M. Djamil Padang oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, RSUP M Djamil merupakan rumah sakit rujukan utama bagi pasien dari berbagai provinsi di wilayah Sumatera bagian tengah.
Ia menilai ketersediaan air bersih yang memadai menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah kendala layanan PDAM pascabencana.
“Kehadiran sumur bor ini sangat penting dan diharapkan bisa menjadi solusi di tengah berbagai tantangan yang dialami PDAM pascabencana,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menambahkan sumur bor tersebut krusial karena RSUP M Djamil setiap hari menangani lebih dari 20 operasi besar dan pasien rujukan lintas daerah.
“Kalau pasokan air terganggu, layanan medis bisa terancam. Karena itu, sumur bor ini menjadi solusi penting agar rumah sakit memiliki sumber air cadangan yang andal,” kata Andre.(*)
Editor : Hendra Efison