Wali Nagari Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, Firdaus, menyebutkan erupsi kali ini disertai keluarnya pijar api dari puncak gunung yang terlihat jelas dari wilayah permukiman sekitar.
“Material lahar panas terpantau jatuh di sekeliling kawah, menimbulkan situasi yang membuat warga tetap waspada,” ujar Firdaus dalam keterangannya, Kamis malam.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah, melaporkan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak atau setara 5.891 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut,” kata Teguh dalam laporan tertulisnya.
Berdasarkan data seismogram, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi gempa letusan sekitar 1 menit 27 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Marapi hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
PVMBG mengingatkan masyarakat, pendaki, serta pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat hujan.
PVMBG menegaskan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Marapi hanya dikeluarkan melalui kanal pemerintah dan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.(cc1)
Editor : Hendra Efison