Peristiwa tersebut terjadi tepat sebelum Jembatan Kembar jika ditempuh dari arah Padang, sehingga arus kendaraan hanya dapat dilalui melalui satu jalur.
Kasatlantas Polres Padangpanjang AKP Pifzen Finot mengatakan, kondisi kerusakan jalan di lokasi tersebut semakin mengkhawatirkan berdasarkan pantauan petugas di lapangan.
Menurutnya, area jalan yang terban terus mengalami pengikisan, menyebabkan lebar jalan menyempit dan membatasi ruang gerak kendaraan yang melintas.
“Terdapat penyempitan jalan dikarenakan jalan yang terban semakin terkikis. Untuk saat ini, lokasi tersebut hanya bisa dilewati satu jalur,” ujar AKP Pifzen Finot saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
Menindaklanjuti kondisi tersebut, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan Lembahanai.
AKP Pifzen menyampaikan, pengaturan arus dilakukan secara situasional dengan pengawasan personel di lapangan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Ia mengimbau masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas selama pengaturan satu jalur diberlakukan.
“Kami mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengikuti instruksi personel di lapangan demi keselamatan bersama,” katanya.
Jalur Dibuka Sore Hari, Antrean Berpotensi Terjadi
Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Padangpanjang, jalur Lembahanai direncanakan dibuka pada pukul 17.00 WIB, Sabtu sore.
Namun, dengan kondisi jalan yang menyempit, potensi antrean kendaraan diperkirakan dapat terjadi saat akses kembali dibuka.
“Kami mengimbau kepada pengendara agar bersabar ketika jalur dibuka dan tetap mengikuti arahan petugas,” tambah AKP Pifzen.
Masyarakat yang melakukan perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi atau sebaliknya melalui jalur Lembahanai diminta mengantisipasi keterlambatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Hingga laporan ini disampaikan, pengaturan lalu lintas masih terus dilakukan sambil menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kondisi jalan yang terban.(cc1)
Editor : Hendra Efison