Kepastian itu disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar KONI Provinsi Sumatera Barat di UNP Hotel & Convention Center, Padang, Selasa (24/2/2026).
Rakor tersebut dipimpin Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dan dihadiri KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat bersama Steering Committee dan Organizing Committee.
Seluruh peserta menyepakati pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 pada Oktober sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat serta hasil rapat terbatas kepala daerah sebelumnya.
Sebelas daerah yang menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah cabor yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, dan Kabupaten Tanah Datar.
Komitmen tersebut mencakup dukungan anggaran melalui APBD maupun non-APBD serta penerapan sistem Satu Data Atlet berbasis aplikasi yang disiapkan KONI Sumbar sebagai basis pendataan resmi Porprov Sumbar 2026.
Kabupaten Kepulauan Mentawai menegaskan keseriusannya. Ketua KONI Kepulauan Mentawai, Ali Nurdin, menyatakan, “Sampai detik ini, Bapak Bupati Kepulauan Mentawai menyatakan belum mundur selangkah pun sebagai tuan rumah bersama Porprov XVI mendatang.”
Ia memastikan dukungan kepala daerah dan DPRD dengan alokasi sekitar Rp7,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026, termasuk kesiapan menanggung biaya transportasi atlet dan kontingen dari Padang ke Mentawai.
Sementara itu, Kota Padang memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama Porprov Sumbar 2026. Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Putra Junaidi Nst, menyebut keputusan itu merupakan sikap Wali Kota Padang yang menginginkan peran lebih besar sebagai tuan rumah penuh pada Porprov XVII tahun 2028.
Meski mundur, Kota Padang tetap menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 serta bertekad mempertahankan status juara umum.
Beberapa daerah juga memaparkan kesiapan teknis. Kota Sawahlunto mengusulkan 10 cabor dengan catatan ketersediaan penginapan, sementara Kabupaten Pesisir Selatan menyatakan dua cabor yang siap yakni takraw dan silat dari total 10 rencana.
Kabupaten Solok siap menggelar sekitar empat cabor menunggu penandatanganan bupati. Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan panjat tebing, bola voli, woodball, serta kemungkinan tambahan tarung derajat.
Kota Bukittinggi menargetkan alokasi Rp7 miliar dalam APBD-P untuk tinju, wushu, karate, dan tenis meja. Kabupaten Pasaman Barat siap menggelar cabor IMI dengan dukungan penginapan gratis bagi atlet.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan rakor bertujuan memastikan kesiapan nyata tuan rumah dan pengawalan anggaran. “Rakor ini untuk memastikan tuan rumah benar-benar siap dan anggaran dikawal di APBD Perubahan,” ujarnya.
KONI Sumbar akan menyinkronkan hasil rakor dengan pengurus provinsi masing-masing cabor sebelum diputuskan final dalam Rakornis awal Maret 2026.
Keputusan ini menjadi tahap penting mengingat Porprov tidak digelar selama delapan tahun terakhir, sehingga Porprov Sumbar 2026 menjadi momentum konsolidasi pembinaan olahraga daerah.(*)
Editor : Hendra Efison