Meski demikian, arus perjalanan umrah dari Sumatera Barat dilaporkan masih berlangsung normal, dan seluruh jamaah yang tengah berada di Arab Saudi dipastikan dalam kondisi aman.
Perwakilan ZAFA Tour Sumatera Barat, Agung, menyampaikan bahwa sekitar 120 jamaah mereka saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah di Makkah dan Madinah.
“Alhamdulillah seluruh jemaah kami di Makkah dan Madinah dalam keadaan aman,” ujar Agung, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum terdapat dampak langsung terhadap operasional perjalanan umrah yang dijalankan pihaknya, karena ZAFA Tour menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung menuju Arab Saudi.
Maskapai yang digunakan antara lain Lion Air, Batik Air Malaysia, dan Garuda Indonesia, sehingga tidak terdampak perubahan jalur penerbangan akibat penyesuaian rute di sejumlah wilayah udara.
Menurut Agung, potensi gangguan lebih besar dialami penerbangan dengan sistem transit, seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, yang harus menyesuaikan jalur terbang akibat situasi keamanan.
“Yang terdampak itu penerbangan transit, karena harus menyesuaikan rute,” jelasnya.
ZAFA Tour menyatakan terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan penerbangan internasional secara berkala, sembari mengimbau seluruh jamaah dan calon jamaah agar tetap tenang serta memperbanyak doa di tengah dinamika global yang terjadi.
“Kami menghimbau kepada seluruh jemaah dan calon jemaah untuk tetap tenang serta memperbanyak doa,” katanya.
Hal senada disampaikan Direktur Travel Umrah Cordoba, Deri Oktaviandi, yang memastikan jamaah asal Sumatera Barat sejauh ini tidak mengalami kendala berarti dalam keberangkatan maupun pelaksanaan ibadah.
Menurut Deri, kendala lebih banyak dialami penumpang yang menggunakan maskapai dari negara terdampak konflik, seperti Qatar Airways, yang sempat menutup operasional karena negaranya terdampak serangan.
“Jamaah yang berangkat dari Sumbar tidak mempunyai kendala. Yang menjadi kendala adalah penumpang yang memakai maskapai yang negaranya terdampak perang,” jelasnya.
Ia mengungkapkan sekitar lima persen calon jamaah tercatat mencoba membatalkan keberangkatan akibat dampak psikologis konflik, namun untuk jamaah asal Sumatera Barat tidak ada pembatalan yang terjadi.
“Untuk Ramadhan ini, pendaftaran bahkan sudah tutup karena kuota penuh,” paparnya.
Pihak travel menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu dinamika selanjutnya sembari memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan jamaah.(yud)
Editor : Hendra Efison