Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, di Stasiun Padang, Jumat (13/3/2026).
Apel tersebut sekaligus menandai dimulainya Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Divre II Sumbar sebagai bentuk kesiapan KAI melayani masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kereta api selama periode tersebut.
“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan kesiapan yang matang serta sinergi seluruh jajaran, kami bertekad menghadirkan pengalaman perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujar Tri.
Operasikan 28 Perjalanan KA per Hari
Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan rata-rata 28 perjalanan kereta api lokal per hari.
Rinciannya terdiri dari:
- 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP)
- 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (PP)
- 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP)
Secara keseluruhan, KAI Divre II Sumbar menyediakan 171.424 tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran atau rata-rata 7.792 tempat duduk per hari.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 156.640 tempat duduk.
KAI memproyeksikan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang selama masa Angkutan Lebaran tahun ini, dengan puncak pergerakan diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
Peningkatan tersebut dipengaruhi perubahan pola operasi pada layanan kereta api relasi Kayu Tanam yang sebelumnya melayani rute Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau menjadi Kayu Tanam–Padang sehingga kapasitas kursi bertambah.
Pemeriksaan Sarana dan Jalur
Untuk menjaga keselamatan operasional, KAI Divre II Sumbar melakukan sejumlah langkah persiapan, termasuk ramp check Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan inspeksi keselamatan.
Selain itu, dilakukan inspeksi manajemen menggunakan drasin guna memastikan kondisi jalur dan prasarana kereta api tetap andal dan aman dilalui.
Dari sisi sarana, KAI Divre II Sumbar menyiapkan:
- 13 lokomotif
- 26 kereta
- 2 kereta penolong
- 3 trainset KRD
Seluruh sarana tersebut telah menjalani pemeriksaan kelaikan bersama Kementerian Perhubungan melalui kegiatan ramp check sebelum dioperasikan.
Pengamanan dan Layanan Penumpang
KAI juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) serta menambah petugas seperti Petugas Penjaga Jalur (PPJ) dan personel pengamanan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan seperti longsor, banjir, maupun gangguan keamanan.
Selain aspek keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan menjaga kebersihan stasiun, ruang tunggu, toilet, serta fasilitas di dalam kereta.
Pada momen tertentu selama periode Angkutan Lebaran, KAI juga menyediakan layanan tambahan berupa pembagian takjil kepada pelanggan.
Imbauan bagi Penumpang
KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat yang akan menggunakan kereta api selama masa mudik untuk membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, datang lebih awal ke stasiun, serta tidak membawa barang secara berlebihan.
“Seluruh pelanggan juga kami harapkan dapat mematuhi aturan dan arahan petugas demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan menggunakan kereta api,” kata Tri.
Pemesanan tiket kereta api lokal dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI, serta pembelian langsung di stasiun mulai tiga jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia.(*)
Editor : Hendra Efison