PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Minggu pagi (29/3/2026).
Dalam rilis tersebut, sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak pada tahap awal meliputi Kabupaten Padangpariaman, seperti Kecamatan Nan Sabaris, VII Koto Sungaisarik, dan V Koto Timur. Selain itu, hujan juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Tanjung Mutiara.
Sementara itu, di wilayah Kepulauan Mentawai, potensi hujan diperkirakan melanda Siberut Utara dan Siberut Barat. Di Kota Pariaman, kondisi cuaca serupa diprediksi terjadi di seluruh kecamatan, yakni Pariaman Tengah, Pariaman Utara, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur.
BMKG menyebutkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat. Di Kabupaten Pesisir Selatan, daerah yang berpotensi terdampak antara lain Batang Kapas, IV Jurai, Bayang, Koto XI Tarusan, serta IV Nagari Bayang Utara.
Kemudian, di Kabupaten Padangpariaman, potensi hujan dapat meluas ke Lubukalung, Batanganai, 2x11 Enam Lingkuang, V Koto Kampung Dalam, Sungaigaringging, Sungai Limau, IV Koto Aur Malintang, Ulakan Tapakih, Sintuak Toboh Gadang, Padang Sago, Batang Gasan, Patamuan, dan Enam Lingkung.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, wilayah yang juga berpotensi terdampak meliputi Sipora Selatan, Siberut Selatan, Siberut Barat Daya, Siberut Tengah, serta Sipora Utara.
Tak hanya itu, BMKG juga mencatat potensi hujan terjadi di sejumlah kecamatan di Kota Padang, di antaranya Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubukbegalung, Lubukkilangan, Pauh, Kuranji, dan Nanggalo.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. (cr8)
Editor : Adetio Purtama