LIMAPULUH KOTA – Pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri di Kabupaten Limapuluh Kota resmi dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang.
Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam pembangunan huntap mandiri bagi warga terdampak bencana.
Ia menilai konsep hunian mandiri memberikan fleksibilitas, khususnya bagi masyarakat yang telah memiliki lahan sendiri.
Baca Juga: Inter Unggul 12 Poin, Ini Skenario Kunci Scudetto Pekan Depan
Safni menjelaskan, penggunaan material Sepablock dinilai mampu menghadirkan rumah tipe 36 yang layak huni dengan kualitas terjamin.
Pemerintah daerah menargetkan percepatan pembangunan bagi warga yang telah menyatakan kesediaan direlokasi.
“Kami optimistis penggunaan Sepablock ini akan menghasilkan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasikan untuk masyarakat yang telah menyatakan kesediaan direlokasi ke huntap mandiri. Jumlahnya ada 47 kepala keluarga,” ujar Safni.
Dampak Bencana dan Skema Relokasi
Safni memaparkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Limapuluh Kota menyebabkan 514 unit rumah terdampak dengan tingkat kerusakan beragam, mulai ringan hingga berat.
Baca Juga: MTQ Koto Lalang Swadaya, 230 Peserta Ramaikan Lomba di Padang
Untuk rumah rusak berat, pemerintah telah melakukan pendataan guna menentukan skema relokasi.
Ia menyebut relokasi dapat dilakukan melalui hunian terpadu maupun hunian mandiri. Namun, untuk huntap mandiri, proses dinilai lebih cepat tergantung kesiapan masyarakat.
“Untuk huntap mandiri, proses relokasi bisa lebih cepat, tergantung kesiapan masyarakat. Jika lahan tersedia, maka pembangunan dapat segera dilakukan.
Memang saat ini sudah ada 47 kepala keluarga yang siap relokasi ke huntap mandiri, dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah,” jelasnya.
Baca Juga: Peringatan BMKG: Gelombang Hingga 4 Meter Ancam Perairan Sumbar
Dukungan Daerah dan Percepatan Pembangunan
Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal, menyampaikan hal serupa saat peletakan batu pertama huntap mandiri BNPB di Agam.
Ia menilai konsep hunian mandiri lebih fleksibel dibanding hunian terpadu, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah siap mendukung program pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Bagi kami yang terpenting adalah masyarakat bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati rumah yang layak. Dengan Sepablock, proses ini bisa dipercepat, dan hunian juga berkualitas,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Sembako di Pasar Raya Padang Ikut Merangkak
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, menambahkan total huntap mandiri yang dibangun BNPB di Agam mencapai 1.089 unit. Ia menilai penggunaan Sepablock menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.
“Percepatan pembangunan huntap menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera beralih dari huntara ke hunian tetap yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Dukungan Industri Material
Dari sisi penyedia material, PT Semen Padang menyatakan komitmennya dalam mendukung pembangunan huntap. Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, memastikan kesiapan pasokan semen dan Sepablock.
Baca Juga: Harga Cabai Padang Mulai Naik, Pasokan Seret Picu Kenaikan di Pasar Raya
“Sepablock tidak hanya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembangunan, tetapi juga menjamin kualitas bangunan. Hunian yang dibangun akan lebih nyaman, kokoh, dan layak untuk ditempati dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha, pembangunan huntap mandiri di Sumatera Barat diharapkan berjalan cepat dan tepat sasaran.(*)
Editor : Hendra Efison