Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi untuk Antisipasi Kekeringan 2026

Heri Sugiarto • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:55 WIB
Gerakan tanam padi serempak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 30 April 2026.(Foto: Humas Kementan)
Gerakan tanam padi serempak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 30 April 2026.(Foto: Humas Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar gerakan tanam padi serempak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi pada Kamis (30/4/2026).

Langkah ini merupakan strategi percepatan produksi guna menjaga ketersediaan pangan nasional, merespons ancaman kekeringan, serta mempercepat pemulihan lahan yang terdampak bencana.

Kegiatan terpusat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meliputi lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), serta lahan rehabilitasi pascabencana. Upaya ini merupakan bagian dari program percepatan tanam menjelang musim kemarau 2026 yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa total luasan tanam mencapai 50 ribu hektare, terdiri dari oplah 2024: 20.000 hektare, oplah 2025: 23.000 hektare, CSR 2025: 5.000 hektare, dan ehabilitasi bencana: 2.026 hektare

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci memastikan lahan yang siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujar Idha.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti rice transplanter, drone pertanian, dan teknologi pendukung lainnya menjadi instrumen penting dalam percepatan tanam, efisiensi tenaga kerja, serta peningkatan produktivitas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang hadir secara daring, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan aparat yang terlibat dalam gerakan ini.

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serempak di seluruh Indonesia,” kata Amran.

Ia menegaskan bahwa perluasan areal tanam, termasuk melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan, akan terus menjadi prioritas dalam strategi peningkatan produksi nasional.

Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, menjelaskan bahwa percepatan tanam merupakan bagian dari strategi mitigasi menghadapi potensi kekeringan 2026. Kementan telah mengirimkan surat kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi.

“Langkah-langkah mitigasi sudah kita siapkan. Mulai dari pemantauan iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” ujarnya.

Beberapa strategi yang ditekankan meliputi percepatan tanam di penghujung musim hujan, pompanisasi masif untuk suplai air, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih tahan kekeringan, dan embangunan embung, long storage, dan sumur bor.

Kementan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga produktivitas ketika sebagian wilayah mengalami penurunan curah hujan pada pertengahan tahun.

Dukungan terhadap program tanam serempak juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan bahwa program oplah dan CSR membawa dampak signifikan bagi petani di wilayahnya.

“Program ini menjadi berkah bagi kami. Dengan dukungan Kementan, kami optimistis meningkatkan produksi dan berkontribusi sebagai daerah penyangga pangan nasional,” katanya.

Kementan menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat peningkatan produksi padi, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan, termasuk perubahan iklim dan potensi gangguan produksi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#tanam padi serempak #produksi pangan nasional #antisipasi kekeringan 2026 #optimalisasi lahan #kementerian pertanian