Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Zefnihan Resmi Pimpin IASMA Sumbar, Alumni Didorong Bantu Pembangunan Asrama

Rommy Delfiano • Senin, 4 Mei 2026 | 07:12 WIB
Ketua terpilih IASMA 1 Landbown Sumbar 2026–2029, Zefnihan, bersama para pengurus saat Muswil di Auditorium Istana Gubernur.(Foto: Rommi)
Ketua terpilih IASMA 1 Landbown Sumbar 2026–2029, Zefnihan, bersama para pengurus saat Muswil di Auditorium Istana Gubernur.(Foto: Rommi)

PADEK.JAWAPOS.COM-Musyawarah Wilayah IASMA 1 Landbown Sumbar yang digelar di Auditorium Istana Gubernur, Minggu (3/5), menandai babak baru peran alumni dalam pembangunan sekolah.

Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda Sumbar Zefnihan resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IASMA 1 Landbown periode 2026–2029, dengan mandat besar: menggerakkan alumni untuk mendukung pembangunan asrama semiboarding di SMAN 1 Landbown.

Muswil kali ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan forum strategis yang memunculkan kesadaran kolektif bahwa masa depan sekolah membutuhkan keterlibatan langsung para alumni.

Program semiboarding yang mulai diterapkan membuka kebutuhan mendesak akan asrama representatif—sesuatu yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Dua PR Besar untuk Ketua Baru IASMA

Usai terpilih, Zefnihan menyampaikan dua fokus utama kepengurusannya: memperkuat jembatan antara alumni muda dan senior, serta memastikan siswa aktif mendapat dukungan nyata dari alumni.

“Dua hal ini menjadi tantangan bagi kita. Sekaligus, bagaimana bisa menempatkan kembali SMAN 1 Landbown pada posisi yang seharusnya di pentas regional, nasional maupun internasional,” ujar Zefnihan, alumni angkatan ’93 yang pernah menjabat Sekkab Sijunjung.

Menurutnya, rekam jejak SMAN 1 Landbown sebagai penghasil sumber daya manusia unggul harus kembali diperkuat melalui dukungan ekosistem alumni yang solid dan berkelanjutan.

Tokoh-Tokoh Alumni Hadir, Gubernur Mahyeldi Dorong Kontribusi Konkret

Muswil turut dihadiri sejumlah tokoh penting yang juga alumni SMAN 1 Bukittinggi, antara lain Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Sekjen IASMA Pusat Ridwan, Anggota DPRD Sumbar Rafdinal, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Candra, serta Direktur RSUP Achmad Mochtar Bukittinggi Busril. Hadir pula mantan Ketua IASMA Sumbar Prof Marlina dan Kepsek SMAN 1 Bukittinggi Hernandar MSi.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa era alumni sekadar bernostalgia sudah selesai.

“Peran alumni itu vital. Kalau tidak dioptimalkan, akan merugikan sekolah,” tegas Mahyeldi di hadapan ratusan peserta.

Pernyataan itu berangkat dari kondisi faktual: program boarding school SMAN 1 Landbown masih tertinggal dari sekolah unggulan lain di Sumbar. Keterbatasan fasilitas asrama menjadi kendala utama yang harus segera diatasi.

Kebutuhan Asrama Mencapai Rp25 Miliar, APBD Baru Tahap Awal

Kepala SMAN 1 Bukittinggi Hernandar mengungkapkan pembangunan asrama baru sudah memasuki tahap awal. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan Rp5 miliar melalui APBD Sumbar 2026, namun jumlah tersebut baru cukup untuk membangun lantai pertama.

“Total kebutuhan bisa mencapai Rp25 miliar. Itu pun baru fisik, belum fasilitas,” jelas Hernandar.

Dengan selisih kebutuhan yang sangat besar, kehadiran alumni menjadi faktor penentu apakah program boarding school dapat berjalan optimal atau tidak.

Komitmen Spontan Alumni Muncul, Gotong Royong Jadi Arah Baru IASMA

Di tengah forum, sejumlah alumni menyerukan komitmen dukungan—mulai dari membantu pembangunan satu lantai hingga satu gedung penuh. Gagasan gotong royong berbasis alumni muncul sebagai alternatif pendanaan paling realistis.

Momentum ini sekaligus menjadi ujian kepemimpinan Zefnihan untuk menyatukan potensi, membangun jejaring, dan mengkonversi solidaritas alumni menjadi investasi nyata.

Boarding School untuk Tingkatkan Kualitas dan Karakter

Program boarding school tidak hanya meningkatkan daya saing sekolah, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kualitas proses belajar.

Karena itu, pembangunan asrama dipandang sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar aksesori atau gengsi kelembagaan.

Sekjen IASMA Pusat Ridwan menegaskan bahwa seluruh alumni memiliki tanggung jawab bersama.

“Kita segera membuat surat resmi ajakan bagi seluruh alumni agar bisa mempersamai pembangunan gedung asrama. Melihat kontribusi alumni selama ini, kita yakin semua ini bisa direalisasikan segera,” ujarnya.

Ia hadir bersama sejumlah tokoh lainnya, termasuk mantan Bupati Agam Aristo Munandar dan AWR, petinggi BRI Rezki Rifai, serta mantan Komisioner KPU Bukittinggi Zulwida Rahmayeni.

Muswil kali ini menegaskan satu pesan kuat: masa depan SMAN 1 Landbown tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Alumni kini berada di garis depan, menentukan apakah mereka akan menjadi penonton atau pilar utama perubahan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#IASMA 1 Landbown Sumbar #Boarding school SMAN 1 Bukittinggi #Pembangunan asrama #Alumni SMAN 1 Landbown #Zefnihan