PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 830 unit hunian sementara (huntara) di Sumatera Barat rampung 100 persen per 4 Mei 2026, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) dikebut untuk pemulihan penyintas bencana.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat Sumbar menjadi salah satu daerah yang berhasil menuntaskan pembangunan huntara pascabencana hidrometeorologi.
Dari total target 830 unit, seluruh huntara telah selesai dibangun dan siap ditempati penyintas. Capaian ini menempatkan Sumbar sejajar dengan Sumatera Utara yang juga telah menuntaskan target serupa.
Secara keseluruhan, pembangunan huntara di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—telah mencapai 18.639 unit atau sekitar 92 persen dari total rencana 20.234 unit.
Baca Juga: Ujian CAT KDKMP 228 Soal di Padang Bermasalah, Kelulusan Hanya 1–2 Peserta
Memasuki tahap berikutnya, pemerintah kini fokus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap). Di Sumbar, dari rencana 2.824 unit, sebanyak 434 unit sedang dibangun dan 24 unit telah selesai.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan percepatan huntap menjadi prioritas utama pemerintah.
“Sekarang kita genjot huntap agar penyintas segera memiliki hunian permanen yang layak,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Ekshumasi Wanita 26 Tahun di Tanahdatar, Polisi Bongkar Kasus Kematian Janggal
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada penyintas yang belum menempati hunian tetap. Hingga awal Mei 2026, bantuan tersebut telah disalurkan kepada 19.228 penerima di tiga provinsi dengan realisasi 100 persen.
Percepatan pembangunan huntap di Sumbar diharapkan mempercepat pemulihan kehidupan penyintas, sekaligus memastikan mereka segera menempati hunian permanen yang aman dan layak setelah bencana.(*)
Editor : Hendra Efison