Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mulailah Belajar, jangan hanya Rutinitas

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)

Advertisement

Penulis : Alvin Gumelar Hanevi, M.Pd. - Guru SMK Negeri 6 Padang

“Banyak orang pergi ke sekolah setiap pagi, tapi hanya sedikit yang benar-benar belajar. Di Hari Pendidikan Nasional ini, saya ingin mengajak seluruh pelajar Indonesia melakukan refleksi yang lebih tajam:Mulailah Belajar, jangan hanya Sekolah saja.”

Berkaca dari fenomena pendidikan yang berlangsung di negeri yang menjunjung tinggi pentingnya pendidikan membentuk karakter bangsa.  Kita dapat melihat data menunjukkan adanya kesenjangan besar antara “kehadiran fisik di sekolah” dengan “kualitas kompetensi”. Menurut laporan PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru, skor literasi dan numerasi pelajar kita masih menghadapi tantangan besar untuk bersaing di tingkat global.

Advertisement

Riset dari World Bank juga sering menyoroti fenomena “learning poverty“, di mana anak-anak bersekolah namun belum tentu mampu memahami bacaan sederhana. Ini adalah alarm bagi kita bahwa rutinitas administratif di kelas tidak boleh dianggap sebagai puncak dari pencapaian intelektual.

Sekolah seringkali hanya menjadi tempat mengejar angka di atas kertas. Namun, belajar adalah proses tanpa henti untuk mencari solusi atas tantangan zaman.

Jangan biarkan tembok kelas memenjarakan rasa ingin tahu Anda. Di era digital ini, tantangan terbesar kita bukan lagi soal akses informasi, melainkan bagaimana menavigasi diri di tengah riuhnya arus data yang seringkali bias.

Advertisement

Inilah mengapa saya secara konsisten mengikhtiarkan konsep “Algoritma Pelajar”. 

Kita tidak boleh hanya menjadi objek pasif yang didikte oleh algoritma media sosial. Kita harus menjadi subjek yang berdaulat secara berpikir, memiliki etika digital yang kokoh, dan daya kritis yang tajam. Pendidikan sejati adalah “ikhtiar” untuk hadir sebagai jawaban bagi kecemasan masyarakat, bukan sekadar untuk mengejar status atau posisi.

Kepemimpinan dan pendidikan memiliki satu muara: “Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta”. Artinya, ilmu yang kita dapatkan tidak boleh berhenti di kepala, ia harus turun ke bumi menjadi aksi nyata yang solutif bagi sesama.

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Di Indonesia, pendidikan memegang peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di era global. Namun, di balik berbagai upaya perbaikan yang dilakukan, masih terdapat dilema besar yang dihadapi dunia pendidikan. Dilema ini muncul dari kesenjangan antara harapan ideal dan realitas di lapangan.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tiga Tahun Menenun Cerita, Kini kembali ke Orang Tua

Tiga Tahun Menenun Cerita, Kini kembali ke Orang Tua

SMPN 30 Padang gelar pelepasan kelas IX bertema “Menenun Cerita” dengan nuansa budaya Minangkabau yang penuh haru dan makna.

Siswi SD Semen Padang Juara 2 Cabang Menulis Cerita di FLS3N

Siswi SD Semen Padang Juara 2 Cabang Menulis Cerita di FLS3N

Siswi SD Semen Padang raih Juara 2 FLS3N 2026 cabang menulis cerita lewat cerpen berjudul Pahlawan di Balik Kata-Kata.

Fransisko Antarkan SMPN 29 Juara FLS3N

Fransisko Antarkan SMPN 29 Juara FLS3N

SMPN 29 Padang raih juara tiga FLS3N 2026 Kota Padang lewat tari “Riuh Mairiak di Rumah Gadang” bertema kearifan lokal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer