
Penulis : Widia Agustin, MPd - SMPN 29 Padang
Hujan deras menjadi saksi ketika semua langkah dan pikiran terpusat ke Gedung UPGRISBA Convention Center Padang. Siang itu, orang-orang ramai dengan berbagai ekspresi wajah. Panggung besar telah kosong seperti menanti diisi tempat berlaga para penari hebat dari berbagai SMP di Kota Padang, Kamis (14/5).
Jadwal yang telah ditentukan pun tiba. Segala bentuk properti tampak hadir di ruangan itu, termasuk properti dari SMPN 29 Padang yang cukup menarik perhatian orang-orang yang berada di gedung tersebut.
Laga FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) dimulai dari lot 2 SMPN 29 Padang. Murid SMPN 29 Padang pun mengisi panggung yang terasa begitu hangat.
Dengan sigap, tim editional berlarian menyusun segala properti yang menjadi unsur pendukung dalam karya tari berjudul “Riuh Mairiak di Rumah Gadang”.
Karya tersebut mengangkat kearifan lokal masyarakat Solok ke dalam seni pertunjukan tari dengan koreografer Fransisko, S.Pd.Gr yang merupakan guru Seni Budaya SMPN 29 Padang. Ia menggarap karya ini dengan apik dan luar biasa.
Konsep ini diangkat dari kebiasaan masyarakat di Solok yang melakukan tradisi memisahkan padi dari batangnya. Nilai kebersamaan dan gotong royong tertanam erat dalam prosesi tersebut.
Keunikan tradisi itu kemudian dipindahkan menjadi sebuah karya fenomenal yang memupuk semangat kebersamaan dalam bermasyarakat.
Karya ini lebih dari sekadar proses kebiasaan masyarakat lokal. Namun, karya tersebut menjadi gambaran pesta rakyat yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus direvitalisasi dan dilestarikan agar generasi muda mengetahui bagaimana seni tumbuh dan berkembang.
Segala usaha dalam proses penggarapan karya tari ini pun tidak sia-sia. Dari panggung FLS3N 2026 Kota Padang, SMPN 29 Padang berhasil meraih juara tiga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




