PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak sembilan perusahaan di Sumatera Barat menerima penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Yassierli atas komitmen menjalankan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2 HIV/AIDS) di lingkungan kerja.
Penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah Sumbar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri saat apel gabungan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar, Senin (11/5).
Sembilan perusahaan tersebut dinilai berhasil menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman dan bebas stigma melalui edukasi, skrining hingga pendampingan terkait HIV/AIDS bagi pekerja.
Baca Juga: Tiga Siswa SMPN 1 Padang Raih Prestasi Nasional di KOSSMI 2026
Kategori Platinum sebagai penghargaan tertinggi diraih RSIA Restu Ibu dan PT KAI Divre II Sumbar.
Kemudian kategori Gold diberikan kepada PT Supreme Energy Muara Laboh, PT Agrimitra Utama Persada, PT Semen Padang, PT Statika Mitrasarana Unit SPPBE, serta PT Sarana Mechanical Service Unit BPT.
Sementara kategori Silver diraih PT Pelabuhan Indonesia Regional II Teluk Bayur dan PT Sumbar Andalas Kencana Indrapura.
Baca Juga: Wali Kota Padang dan Konjen India Bahas Kerja Sama Pendidikan dan ASN
Ahmad Zakri mengatakan program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan tenaga kerja dan promosi kesehatan di lingkungan perusahaan.
“Tempat kerja memiliki peran strategis sebagai media edukasi, pencegahan, sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap pekerja dengan HIV/AIDS,” katanya.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan kerja sehat dan produktif.
Pemerintah Provinsi Sumbar, lanjutnya, mengapresiasi perusahaan yang telah membangun kebijakan internal, edukasi hingga layanan konseling terkait HIV/AIDS bagi pekerja.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumbar Firdaus Firman berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk menerapkan program serupa.
Ia mengajak seluruh perusahaan di Sumbar meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pekerja dan menjadikan isu HIV/AIDS sebagai bagian dari program keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.
Baca Juga: Pemkab Solok Resmi Luncurkan Tahapan Pilwana Serentak 2026, Pemungutan Suara Digelar 9 September
“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi bagian dari tanggung jawab bersama menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi,” ujarnya. (ptr)
Editor : Novitri Selvia