PADEK.JAWAPOS.COM-Akses jembatan pada ruas jalan Sitangkai – Tanjung Ampalu, Provinsi Sumatera Barat, resmi ditutup total oleh pemerintah daerah.
Penutupan akses jalan Tanahdatar-Sijunjung tersebut dilakukan karena struktur jembatan mengalami kerusakan serius dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keputusan penutupan diambil setelah tim lapangan dari Dinas PUPRP Tanahdatar melakukan pengecekan pada Kamis, 21 Mei 2026.
Penurunan Badan Jalan dan Retakan Abutmen
Kepala Dinas PUPRP Tanahdatar, Mustika Suarman, mengungkapkan bahwa terdapat penurunan pada sisi kiri dan kanan badan jalan di sekitar jembatan.
Timnya juga menemukan retakan cukup besar pada bagian abutmen bawah yang menjadi struktur penopang jembatan.
“Kondisi retakan pada bagian abutmen bawah cukup mengkhawatirkan dan berpotensi menyebabkan jembatan putus atau tidak dapat dilalui kendaraan apabila tetap dipaksakan digunakan,” ujarnya.
Kerusakan tersebut dinilai berisiko tinggi mengingat jembatan berada pada jalur penghubung strategis antara Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Sijunjung.
Koordinasi Pengamanan Bersama UPTD, Aparat dan Pemerintah Nagari
Menindaklanjuti temuan itu, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah V telah melakukan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Dandim, serta Wali Nagari setempat untuk memastikan langkah pengamanan berjalan optimal.
Dari hasil koordinasi, diputuskan bahwa akses pada ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu ditutup total untuk seluruh kendaraan sejak Kamis, 21 Mei 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Mustika menegaskan, penutupan dilakukan sambil menunggu kajian teknis dan analisis struktur mendalam untuk menentukan langkah perbaikan dan mitigasi.
Lalu Lintas Dialihkan Melalui Pasar Tigo Jangko – Koto Panjang – Kumanih
Menurut Mustika, selama penutupan berlangsung, arus lalu lintas dialihkan menuju jalur alternatif Pasar Tigo Jangko – Koto Panjang – Kumanih.
Jalur ini menjadi opsi utama bagi pengendara yang membutuhkan akses antarkabupaten.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi pengalihan tersebut demi keselamatan bersama dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi jembatan," kata Mustika.(*)
Editor : Heri Sugiarto